Wamenag Minta Usut Motif Pencoret Musala 'Saya Kafir': Jangan Muncul Isu Liar


Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid mengkritik tindakan oknum mahasiswa yang mencoret musala 'Saya Kafir' di Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang. Ia menegaskan bahwa itu adalah perilaku kriminal dan mencemarkan umat Islam.

"Berkaitan dengan aksi vandalisme dari orang yang melakukan tindakan perusakan atau juga kegiatan-kegiatan yang mencemarkan umat Islam, saya nyatakan bahwa tindakan tersebut adalah kriminal dan patut disesalkan," kata Zainut kepada wartawan di Kementerian Agama, Jakarta Pusat, Kamis (1/10/2020).

Zainut menyesalkan adanya aksi vandalisme yang terjadi di dalam rumah ibadah. Di sisi lain, ia pun mengapresiasi kinerja aparat kepolisian yang langsung menangkap oknum tersebut.

"Harusnya, kegiatan-kegiatan seperti itu tidak terjadi. Apalagi, ini terjadi di rumah ibadah yang kita muliakan yang kita hormati yang kita sucikan. Untuk itu, kami meminta kepada aparat kepolisian yang pertama memberikan apresiasi dengan cepat tanggap langsung menangkap orang yang melakukan hal tersebut," jelasnya.

Zainut pun berharap polisi dapat mengusut tuntas dan mengungkap motif pelaku vandalisme. Hal ini, sebut Zainut, dirasa perlu agar tidak menimbulkan prasangka di tengah masyarakat Indonesia.

"Kedua melakukan penelusuran pendalaman apa motif yang dilakukan sehingga masyarakat tahu apakah ini murni kegiatan yang dilakukan oleh yang bersangkutan ataukah ada hal-hal lain sehingga masyarakat bisa memahami tidak ada prasangka, tidak ada dugaan-dugaan yang justru nanti bisa menimbulkan isu yang liar," jelasnya.

Terakhir, Zainut pun mengimbau masyarakat bisa memberikan ruang bagi aparat kepolisian dalam mengusut kasus ini. Ia meminta masyarakat bisa kondusif dalam mengawal kasus ini.

"Ketiga, mohon kepada masyarakat untuk tetap tenang menyegarkan masalah ini kepada pihak yang berwenang agar diusut secara tuntas berdasarkan hukum yang berlaku," ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, Kapolresta Tangerang Kombes Ade Ary Syam telah menetapkan pelaku aksi vandalisme di musala Tangerang sebagai tersangka. Ia mengatakan bahwa pelaku, Satrio Katon Nugroho, di Musala Darussalam bisa menimbulkan permusuhan dan penistaan agama dan dijerat dengan Pasal 156 (a) dan/atau Pasal 156 KUHP.

"Terhadap tersangka kita terapkan Pasal 156 KUHP. Karena dia diduga melakukan perbuatan yang dapat menimbulkan perasaan permusuhan atau penodaan terhadap agama sehingga dapat menimbulkan perasaan permusuhan, kebencian ataupun penghinaan terhadap golongan atau beberapa golongan," kata Ade di Mapolresta Tangerang, Rabu (30/9).

Setelah diperiksa polisi, Satro pun telah mengakui perbuatannya. Pemuda tersebut meyakini bahwa aksinya itu sebagai kebenaran.

"Pelaku meyakini apa yang dia lakukan suatu hal yang benar berdasarkan pemahamannya," kata Kapolresta Tangerang Kombes Ade Ary Syam di Tangerang, Rabu (30/9).

Kasus ini bermula ketika video aksi vandalisme dan Al-Qur'an dirobek di Musala Darussalam, Kabupaten Tangerang, Banten, viral di media sosial. Terlihat musala dicoret menggunakan airbrush di bagian tembok, lantai, serta ada Al-Qur'an yang terlihat sobek di lantai.

Video tersebut berdurasi kurang-lebih satu menit. Ada seseorang yang bicara di video itu bahwa seluruh musala ini dicoret-coret. Pihak yang tahu lebih awal adalah seseorang bernama Wawan. [detik.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan