Admin BPJS TK Sempat Sebut BLT Subsidi Gaji Ditunda, Menaker: Buktinya Cair Hari Ini

Akun resmi BPJS Ketenagakerjaan sempat mencuit tentang penundaan subsidi gaji termin kedua. Hal ini pun langsung dibantah oleh pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan.

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan, tidak ada penundaan pada penyaluran subsidi gaji termin kedua. Buktinya, hingga saat ini pemerintah sudah menyalurkan subsidi gaji termin kedua hingga batch kedua yang cair hari ini.

"Sebelumnya Kami mendapat informasi bahwa penyaluran termin kedua ditunda. Hal itu tidak benar. Buktinya, termin kedua tahap I sudah disalurkan sejak hari Senin dan hari ini dilanjutkan untuk tahap II," ujarnya melalui keterangan tertulis, Jumat (13/11/2020).

Menurut Ida, pihaknya berupaya untuk mempercepat pencairan bantuan subsidi gaji kepada para pekerja. Karena bantuan subsidi gaji sudah sangat ditunggu kehadirannya untuk mendongkrak daya beli masyarakat menengah bawah.

Menaker Ida menjelaskan, setelah subsidi gaji atau upah termin pertama selesai disalurkan, Kemnaker melakukan evaluasi bersama BPJS Ketenagakerjaan, Bank Himbara, Ditjen Pajak (DJP), BPK, dan KPK. Kemnaker juga telah selesai melakukan pemadanan data dengan DJP, sehingga subsidi gaji atau upah bisa langsung dicairkan.

Ida menambahkan, pada hari ini Kementerian Ketenagakerjaan kembali menyalurkan bantuan pemerintah berupa subsidi gaji atau upah termin kedua. Kali ini, giliran tahap (batch) II yang kembali diproses pencairan termin kedua sebanyak 2.713.434 orang.

Dengan disalurkannya tahap II ini, Kemnaker telah menyalurkan subsidi gaji atau upah kepada 4.893.816 pekerja untuk termin kedua. Adapun total anggaran yang telah dikeluarkan untuk tahap I dan II ini sebanyak Rp5,8 triliun

"Alhamdulillah, hari ini kami kembali menyalurkan termin kedua subsidi gaji atau upah bagi para pekerja yang yang masuk dalam tahap 2 pada termin I lalu," jelasnya.

Bantuan pemerintah berupa subsidi gaji atau upah adalah salah satu program percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Subsidi ini diberikan kepada pekerja yang memenuhi syarat yaitu WNI seperti pekerja penerima upah harus tercatat sebagai peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan per 30 Juni 2020 dengan upah di bawah Rp5 juta dan memiliki rekening aktif. [okezone.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan