#BubarkanFPI Jadi Trending Topic, Akun Twitter FPI Hilang

Front Pembela Islam (FPI) masih menjadi perbincangan hangat publik saat ini, khususnya sejak kepulangan sang imam besar Habib Rizieq Shihab. Tanda pagar (tagar) alias hashtag #BubarkanFPI masuk dalam deretan trending topic Twitter saing ini, Jumat (20/11/2020).

Namun, akun twitter resmi FPI @DPPFPI_ID sendiri tak tampak ke permukaan.

Setelah ditelusuri, ternyata akun FPI tersebut tengah ditangguhkan (suspend) oleh Twitter. Saat ini tidak terlihat lagi foto profil, cuitan dan jumlah pengikut pada akun @DPPFPI_ID. Beranda akun tersebut kini hanya tampak putih polos bertuliskan ‘Front Pembela Islam’.

“Akun ditangguhkan, Twitter menangguhkan akun yang melanggar peraturan Twitter,” tulis Twitter di halaman akun @DPPFPI_ID dikutip pada Jumat (20/11/2020).

Beberapa waktu lalu, akun @DPPFPI_ID sempat mengomentari video yang menunjukkan sejumlah pria berpakaian loreng menurunkan baliho bergambar Habib Rizieq Shihab yang sempat viral di media sosial.

“Kami yakin bkn TNI. Itu merendahkan TNI. Upaya adu domba TNI-FPI yg selama ini harmonis,” tulis akun itu, Rabu 18 November 2020.

Panglima Daerah Komando Militer Jaya/Jayakarta (Pangdam Jaya), Mayjen TNI Dudung Abdurachman angkat bicara soal itu. Usai apel kesiapan bencana dan pilkada serentak, di Lapangan Silang Monas, Jakarta, Dudung menegaskan hal itu perintah langsung darinya.

"Oke, ada berbaju loreng menurunkan baliho Habib Rizieq, itu perintah saya," kata Dudung. Jenderal Bintang Dua itu menjelaskan para pria berbaju loreng tersebut berasal dari Garnisun. Hal itu dilakukan oleh prajurit TNI karena Satpol PP dinilai kerap kesulitan untuk menertibkan spanduk seperti itu.

Menurutnya, pemasangan baliho harus mematuhi aturan yang berlaku. Salah satunya harus mematuhi lokasi sesuai ketetapan. Dia menilai tindakan FPI tampak mengabaikan regulasi dan susah diatur, bahkan dia menyebut kalau perlu FPI dibubarkan saja jika tidak taat hukum.

”Begini, kalau siapa pun di republik ini, ini negara hukum, harus taat kepada hukum, kalau masang baliho udah jelas ada aturannya, ada bayar pajak, dan tempat ditentukan, jangan seenaknya sendiri, seakan-akan dia paling benar, nggak ada itu. Jangan coba-coba pokoknya. Kalau perlu, FPI bubarkan saja itu, bubarkan saja. Kalau coba-coba dengan TNI, mari,” kata Dudung.

Pernyataan itu sontak menuai respon netizen. Tak sedikit yang mendukung pernyataan Dudung, dan tak sedikit pula yang menyampaikan pembelaan terhadap FPI. Hal tersebut membuat hashtag #BubarkanFPI masih menjadi trending topic Twitter hingga saing ini.[okezone.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan