Catat! Mekanisme Pencairan BLT Subsidi Gaji Rp 1,8 Juta untuk Guru Honorer

Program BLT subsidi gaji atau subsidi upah (BSU) untuk pendidik dan tenaga kependidikan non-PNS alias honorer resmi diluncurkan. Bantuan ini diberikan kepada pendidik honorer yang memiliki gaji di bawah Rp 5 juta per bulan.

Bantuan langsung tunai (BLT) gaji kepada guru honorer ini sebesar Rp 1,8 juta yang diberikan sekaligus sebanyak 1 kali.

Mendikbud Nadiem Makarim menjelaskan mekanisme pencairan BSU tersebut. Pertama Kemendikbud akan membuatkan rekening baru untuk setiap PTK (pendidik dan tenaga kependidikan) penerima BLT subsidi gaji ini.

"Bantuan ini disalurkan secara bertahap sampai akhir November 2020," tuturnya dilansir dari akun Youtube Kemendikbud RI, Selasa (17/11/2020).

Bagi PTK penerima yang ingin mengetahui informasi terkait pencairan tersebut bisa mengakses ke info.gtk.kemdikbud.go.id. Semenatar untuk PTK perguruan tinggi bisa mengakses ke pddikti.kemdikbud.go.id.

Melalui laman tersebut bisa diketahui informasi terkait status pencairan bantuan, rekening bank masing-masing dan lokasi cabang bank penyalur.

Setelah mengetahui informasi tersebut guru hingga dosen honorer bisa menyiapkan dokumen persyaratan, di antaranya:

- KTP
- NPWP jika ada
- Surat keputusan penerima BSU yang dapat diunduh dari info website yang telah disebutkan diatas
- Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) yang dapat diunduh dari website di atas, kemudian diberi materai dan ditandatangani.

Setelah dokumen itu sudah dilengkapi PTK bisa mendatangi bank penyalur sesuai dengan pembagiannya untuk melakukan aktivasi rekening dan menerima BLT gaji. Dokumen itu nantinya akan diperiksa oleh petugas bank penyalur.

Untuk proses pencairan itu PTK diberikan waktu untuk mengaktifkan rekening hingga 30 Juni 2020.

"Kita memberikan waktu yang sangat panjang untuk memastikan semuanya bisa mendapatkan. Kalau misalnya ada kendala teknis dia punya cukup waktu untuk menyelesaikannya," tutur Nadiem.

Sekadar informasi, bantuan ini diberikan kepada tenaga pendidik berstatus non-PNS yang meliputi dosen, guru, guru yang diberi tugas sebagai kepala sekolah, pendidik PAUD, pendidik kesetaraan, tenaga perpustakaan, tenaga laboratorium dan tenaga administrasi.

BLT pendidik honorer ini total sasarannya mencapai 2.034.732 juta orang. Terdiri dari 162.277 dosen pada PTN dan PTS, 1.634.832 guru dan pendidik pada satuan pendidikan negeri dan swasta, serta 237.623 tenaga perpustakaan, tenaga laboratorium dan tenaga administrasi.

"Selama ini banyak yang namanya apakah ini termasuk yang swasta? jawabannya adalah iya," tegas Nadiem. [detik.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan