Dari Batam, Indonesia Ekspor Produk Teknologi Tinggi ke AS

Indonesia mengekspor produk smart home water meter ke Amerika Serikat (AS). Ekspor produk berteknologi tinggi tersebut dilakukan PT Sat Nusapersada Tbk dari pabrik di Batam, Kepulauan Riau.

Wakil Menteri Perdagangan, Jerry Sambuaga mengatakan, smart home water meter yang diekspor mencapai 10.000 unit dengan nilai 2 juta dolar AS. Selama ini, Indonesia berperan sebagai perakit produk-produk elektronik dunia mulai dari Huawei hingga Blaupunkt.

"Kita bangga dengan ekspor produk teknologi tinggi ini. Jadi, kita berproduksi bukan hanya untuk pasar dalam negeri tetapi juga untuk pasar dunia. Ke depan saya optimistis kita bisa mengambil peran yang lebih signifikan dalam rantai global produk-produk teknologi. Kita bisa karena kita punya kemampuan dan sumber daya,” katanya lewat keterangan tertulis, Kamis (19/11/2020).

Untuk Berjaya di level global, menurut Jerry, kerja sama dan kolaborasi antar stakeholders perlu diintensifkan. Pengusaha bisa saling berkolaborasi baik dalam bisnis maupun riset dan pelatihan terkait teknologi.

“Untuk berjaya di produk teknologi, tentu juga tak lepas dari kebijakan, baik di kebijakan produksi maupun perdagangan. Perdagangan penting karena ini yang membuat produksi dan inovasi bisa terus hidup secara berkelanjutan. Produk dan inovasi bisa dijual dengan baik jika sistem perdagangan juga mendukung. Di situlah urgensi peran Kementerian Perdagangan,” ujarnya.

Jerry mengatakan, ekspor produk itu juga memenuhi syarat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Kebijakan ini menguntungkan karena bisa meningkatkan peran produk lokal, membuka lapangan pekerjaan dan menggairahkan perdagangan serta ekonomi Indonesia. Dia mengapresiasi konsistensi Kementerian Perindustrian dalam menerapkan TKDN.

“Yang kami observasi, ketentuan TKDN sejauh ini memberikan hasil yang positif bagi perdagangan dan ekonomi nasional. Indonesia selama ini dianggap hanya merupakan pasar, TKDN membuat kita menjadi produsen,” ujarnya.

Penerapan TKDN, kata Jerry, perlu diperluas pada produk-produk berteknologi tinggi lain dan bukan terbatas hanya pada smartphone atau tablet.

“Dengan begitu, Indonesia bisa masuk ke inti pengembangan teknologi. Dari situ akan menggairahkan inovasi dan riset, juga perdagangan jasa dalam bidang pengembangan teknologi tadi. Tentu dari situ produk-produk barang Indonesia juga akan diperdagangkan di tingkat yang lebih tinggi, bukan hanya bahan mentan tetapi bahan baku atau bahkan bahan jadi,” tuturnya .

Smart home water meter yang dihasilkan PT Sat Nusapersada memakai teknologi ultrasonic sehingga bisa mengukur dengan akurasi yang sangat tinggi. Hal ini berbeda dengan pengukur analog dan digital biasa. [inews.id]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan