Kemensos distribusikan bantuan untuk pengungsi Merapi

Kementerian Sosial (Kemensos) mendistribusikan bantuan untuk penanganan pengungsi Merapi senilai Rp500 juta diserahkan melalui Dinas Sosial DIY dan Dinas Sosial Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, berupa tenda COVID-19 serta bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan dasar bagi pengungsi rentan.

Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam Kemensos Saffi Nasution mengatakan untuk sementara pihaknya memberikan bantuan senilai Rp500 juta untuk pengungsi Merapi.

Namun begitu, menurut dia, Kemensos ingin terlebih dahulu menjalin komunikasi di bawah bersama pemangku kepentingan seperti pemerintah propinsi DIY dan Kabupaten Boyolali antisipasi erupsi Merapi.

"Untuk saat ini paling penting kami koordinasi dulu, agar nanti ketika terjadi bencana, pengungsi tertangani dengan cepat dan baik. Hari ini kami berikan untuk sementara sekitar Rp500 juta, bentuknya tenda COVID-19, kebutuhan dasar kelompok rentan seperti matras dan logistik untuk ibu hamil, balita, dan anak-anak," katanya di Kantor Dinas Sosial DIY, Selasa.

Ia mengatakan tenda COVID-19 yang disiapkan Kemensos saat ini disiagakan sebanyak 20 unit untuk pengungsian di wilayah lingkar Merapi. Sebanyak 10 unit didistribusikan di DIY dan 10 unit didistribusikan di Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

Tenda tersebut berukuran 8 x 6 meter dengan bahan terbuat dari PVC yang tidak terlalu panas namun tak terlalu dingin.

"Saat ini kami siagakan 20 unit, namun ketika nanti dibutuhkan lebih, kami siap datangkan lagi untuk para pengungsi. Tenda ini warnanya merah putih, dan sengaja dibuat agar pengungsi nyaman ketika harus tinggal di pengungsian," katanya.

Selain itu, dalam mencegah penyebaran COVID-19 di kalangan pengungsi, pemerintah telah menerapkan protokol kesehatan yang ketat dengan membuat bilik-bilik di lokasi pengungsian dan memasang alat ozonisasi guna membunuh partikel kecil penyebar virus.

"Kita lihat di sini semuanya pakai sekat dan bilik-bilik. Kita juga pasang ozonisasi," kata Safii.

Untuk membantu kelancaran distribusi keperluan pengungsi, Kemensos telah menyiagakan sebanyak 369 Taruna Siaga Bencana atau Tagana.

"Dari jumlah tersebut yang telah diterjunkan di lapangan sebanyak 69 orang di dua lokasi pengungsian," katanya.

Kepala Dinas Sosial DIY Endang Patmintarsih mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kemensos untuk memudahkan langkah saat nantinya terjadi bencana Merapi.

Dinas Sosial DIY secara langsung menyalurkan bantuan kepada para pengungsi yang saat ini memang seluruhnya termasuk dalam kelompok rentan. Jumlah pengungsi saat ini di Glagaharjo ada 239 orang yang terdiri dari lansia, ibu hamil, anak-anak, dan bayi.

Kebutuhan yang mendesak saat ini adalah kebutuhan dasar seperti makanan pendamping ASI, biskuit, dan vitamin untuk mereka. "Hari ini kami sudah koordinasi dengan Kemensos dan bantuan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan," katanya.

Aktivitas kegempaan Gunung Merapi masih tinggi sejak statusnya dinaikkan menjadi siaga atau level tiga pada 5 November 2020. Aktivitas kegempaan yang tinggi itu menimbulkan guguran tebing lava lama.

"Guguran seperti ini merupakan kejadian yang biasa terjadi pada saat Gunung Merapi mengalami kenaikan aktivitas menjelang erupsi," kata Kepala Balai Pengamatan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida.

Guguran tebing lava lama itu terjadi pada Minggu dan berada di kawah utara. Namun material guguran jatuh ke dalam kawah sehingga sampai saat ini tidak berpengaruh pada aktivitas Gunung Merapi.

Sementara itu proses evakuasi warga dari lereng Gunung Merapi sejak penetapan status siaga masih difokuskan untuk kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, anak-anak, dan penyandang disabilitas.

Di barak pengungsian, pemerintah menyiapkan sekat agar prinsip jaga jarak dapat dijalankan demi menekan penyebaran COVID-19. [antaranews.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan