Mahfud Bertemu Gatot Nurmantyo di Masjid UGM: Ngobrol dari Hati ke Hati

Menko Polhukam Mahfud Md bertemu dengan eks Panglima TNI yang juga deklarator KAMI, Gatot Nurmantyo. Keduanya bertemu di masjid Universitas Gadjah Mada (UGM).

Momen pertemuan itu diungkapkan Mahfud lewat akun Twitter-nya @mohmahfudmd, Jumat (27/11/2020). Mahfud mengaku berbicara banyak hal dengan Gatot.

Selain itu, mereka hadir dalam acara pernikahan putri Rochmad Wahab. Untaian doa disampaikan oleh kedua tokoh tersebut.

"Pagi ini Allah mempertemukan saya dengan Pak Gatot Nurmantyo di Masjid Kampus UGM. Kami duduk berjejer dan ngobrol tentang banyak hal dari hati ke hati. Kami sama-sama hadir dalam acara akad nikah puterinya Prof. Rochmat Wahab, eks Rektor UNY dan Eks Ketua NU DIY. Kami juga berdoa khusyuk untuk mempelai," cuit Mahfud. Cuitan Mahfud ini telah diedit sesuai EYD.

Nama Mahfud Md dan Gatot Nurmantyo memang sempat menjadi perbincangan beberapa waktu lalu. Mahfud merupakan orang yang pertama kali menyampaikan ke publik bahwa Gatot Nurmantyo akan menerima anugerah Bintang Mahaputera dari Presiden Jokowi.

Namun pada akhirnya Gatot tak datang ke Istana untuk menghadiri acara penganugerahan Bintang Mahaputera tersebut. Meski Gatot tak hadir, Mahfud menyebut anugerah Bintang Mahaputera tersebut nantinya akan dikirim kepada Gatot lewat Sekretaris Militer.

"Dari sekian yang dianugerahi Bintang Mahaputera, ada yang tidak hadir, Bapak Gatot Nurmantyo, tapi dalam suratnya Pak Gatot Nurmantyo menyatakan menerima, menerima pemberian bintang jasa ini, tetapi beliau tidak bisa hadir karena beberapa alasan," kata Mahfud secara live melalui akun YouTube Setpres, Rabu (11/11).

Mahfud menyebut Gatot tidak bisa hadir karena alasan kondisi COVID-19. Meski demikian, Mahfud memastikan anugerah Bintang Mahaputera itu tetap akan diberikan kepada Gatot Nurmantyo.

"Oh iya, nanti dikirim melalui Sekretaris Militer," ucapnya.

Gatot sudah buka suara soal anugerah Bintang Mahaputera tersebut. Gatot Nurmantyo berterima kasih, namun meminta maaf tak bisa hadir.

Gatot mengatakan penghargaan itu bukan hanya untuk dirinya, namun untuk seluruh prajurit TNI. Sehingga Gatot Nurmantyo menerima itu, dan tidak bisa menolak.

"Jadi begini, penghargaan itu adalah penghargaan yang diberikan oleh negara kepada saya sebagai mantan Panglima TNI, satu penghargaan itu sebenarnya bukan untuk saya, tapi penghargaan itu milik semua prajurit, baik yang aktif dan yang purna selama saya menjadi tentara dari 1982 hingga 2018," kata Gatot dalam konferensi pers virtual, Kamis (26/11).

"Jadi rakyat juga mewakili, tidak mungkin saya tolak itu. Kalau saya tolak, saya nggak mengakui rakyat Indonesia, tidak mengaku pemerintah, maka penghargaan ini saya terima. Maka saya terima dengan ucapan syukur alhamdulillah saya terima kasih. Namun mohon maaf saya tidak bisa hadir dalam penyematan," lanjut Gatot. [detik.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan