Menteri PUPR Ingin Bendungan di RI Lebih Canggih

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) berupaya menyelesaikan dan menambah jumlah bendungan di Indonesia. Hal tersebut untuk mendukung ketahanan air dan menjawab tantangan pembangunan Nasional di masa mendatang.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, dalam menghadapi perkembangan teknologi informasi dan perubahan iklim, sangat dibutuhkan inovasi perencanaan bendungan. Hal itu menjadi kunci dalam kegiatan pembangunan dan pengelolaan bendungan.

“Kita sangat memerlukan inovasi perencanaan bendungan, maka di era pandemi ini ada hikmahnya, bahwa kita orang bendungan punya banyak waktu untuk memikirkan inovasi, khususnya dalam hal arsitektur bendungan yang sesuai dengan perkembangan zaman,” ujar Menteri Basuki di Jakarta, Jumat (6/11/2020).

Kementerian PUPR telah berperan menambah jumlah bendungan di Indonesia, dari 203 bendungan pada 2014 menjadi 218 bendungan pada 2019, dan rencana bertambah lagi menjadi 222 bendungan hingga akhir 2020. Jumlah itu akan terus bertambah seiring penyelesaian 42 bendungan yang masih berjalan sejak 3 tahun terakhir.

Basuki menyebut, pemerintah memasang target pembangunan paling tidak 24 bendungan lagi dalam 5 tahun ke depan. Untuk mewujudkan itu, pemerintah mendukung peran Komite Nasional Indonesia untuk Bendungan Besar (KNI-BB) dalam menciptakan inovasi perencanaan bendungan.

“Saya tidak henti-hentinya mengundang bahkan menantang inovasi para insan bendungan terutama engineer muda, saya sampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada KNI-BB dalam menjaring semua pihak yang sekiranya bisa memberikan kontribusi inovasi,” kata Basuki.

Dirinya mengatakan, bendungan yang ada saat ini pada umumnya adalah bendungan tipe urugan yang dibangun sebelum 1977, dengan desain konstruksi bendungan yang masih menggunakan metode konvensional. Untuk itu dibutuhkan pengelolaan bendungan dengan perencanaan berbasis inovasi.

Menjawab tantangan tersebut, KNI-BB menggelar seminar nasional dengan Tema ‘Ketahanan Bendungan di Tengah Potensi Berbagai Krisis’ pada 6-7 November 2020. Pertemuan tersebut akan membahas rencana inovasi, operasi, pemeliharaan dan pemantauan performa bendungan.

“Kami akan terus berkontribusi untuk mengembangkan dan memelihara bendungan besar, itu untuk menciptakan pengelolaan sumber daya air yang lebih efektif dan efisien, tujuannya tentu bagi kemakmuran masyarakat,” kata Ketua Umum KNI-BB Hari Suprayogi. [okezone.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan