Mimpi RI Jadi Rajanya Durian di Pasar Dunia

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo meminta agar produksi durian di Tanah Air ditingkatkan. Menurutnya, komoditas buah tropis tersebut dinilai potensial untuk diekspor, terlebih memiliki harga jual yang menjanjikan.

"Durian adalah buah unggulan Indonesia yang memiliki pangsa pasar lokal dan internasional. Buah ini laku keras karena memiliki penggemar yang sangat luas," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (4/11/2020). Hal ini ia ungkapkan usai mengunjungi salah satu kebun durian di Kota Bogor.

Diketahui, buah tropis seperti durian ini dikenal dengan julukan Raja Buah. Di Asia Tenggara, buah yang berasal dari Kalimantan ini memiliki nilai ekonomi yang tinggi, sehingga harga jualnya pun cukup menjanjikan.

Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan Kuntoro Boga Andri bahkan mengatakan secara makro berdasarkan data BPS pada kurun waktu 4 tahun terakhir, trend produksi buah nasional mengalami peningkatan. Bahkan menjadi komoditas terbesar ketiga setelah kopi dan tanaman obat.

"Tahun 2019 misalnya, produksi buah-buahan lokal Indonesia mencapai 22,5 juta ton atau naik 4,8% jika dibanding tahun 2018. Bahkan jenis buah-buahan tahunan menjadi komoditas terbesar ketiga setelah kopi dan tanaman obat. Nilai ekspornya kurang lebih mencapai US$ 140.228,90," ungkapnya.

Lima tahun belakangan ini, kata Kuntoro kebun durian di Indonesia juga mulai menggeliat. Dari kebun skala kecil sekarang sudah merambah kebun dengan lahan ratusan hektar. Di Sumatera, Jawa, Kalimantan dan Sulawesi sudah terlihat kemunculan kebun-kebun skala besar.

"Dengan berjalannya waktu bisa saja Indonesia menjadi pemain utama durian ini. Tapi, jika kita bicara budidaya durian, pasti akan mengacu pada dua hal. Pertama hutan durian dengan durian lokalnya yang memang sangat banyak dan yang kedua adalah kebun durian yang mulai ditata budidayanya," jelasnya.

Pada kebun durian yang dikelola secara budidaya ini, kata Kuntoro Indonesia masih bersaing dengan Malaysia dan Thailand. Mereka, sudah lama berkebun durian dengan menggunakan pemilihan klon unggulan, jarak tanam yang diatur, pemupukan vegetatif dan generatif serta pemakaian irigasi untuk pengairan tanaman durian.

Sebagai informasi, berdasarkan data Badan Pusat Statistik produksi durian tahun 2019 mencapai 1,16 juta ton naik 1,6% dari tahun sebelumnya. Menurut Sekretaris Yayasan Durian Indonesia (YDI) Iwan Subakti, kenaikan tersebut tidak dibarengi dengan kenaikan mutu, sehingga nilai jualnya menurun, khususnya untuk durian lokal yang minim mendapatkan perawatan.

"Perlakuan panen yang tidak baik akan menghasilkan penurunan jumlah dan kualitas durian. Hal ini cenderung mengarah pada durian lokal yang diborongkan, yang akan dipanen serentak baik tua maupun muda dengan sistem ditarik bukan dipetik," pungkasnya. [detik.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan