Pencairan BLT Subsidi Gaji Belum Optimal, Menaker: Sabar Dana yang Ditransfer Besar

Kementerian Ketenagakerjaan telah menyalurkan bantuan langsung tunai (BLT) subsidi gaji atau upah termin kedua. Hingga saat ini penyaluran subsidi gaji termin kedua sudah memasuki tahap atau batch ketiga.

Meskipun begitu, penyaluran Bantuan Subsidi Gaji atau upah (BSU) termin kedua masih belum berjalan optimal. Karena belum 100% anggaran yang dikeluarkan untuk BSU hingga batch atau tahap ketiga ini dicairkan kepada para pekerja.

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan, kepada para pekerja yang belum mendapatkan subsidi gaji pada termin kedua mohon untuk bersabar. Karena menurutnya dana yang ditransfer oleh bank penyalur kepada peneriman cukup besar.

“Saya mohon agar para pekerja atau buruh bersabar karena jumlah dana yang harus ditransfer Bank Penyalur ke masing-masing rekening penerima cukup besar, baik yang rekening nya Bank Himbara maupun yang rekening nya Bank Swasta,” ujarnya melalui keterangan tertulis, Kamis (17/11/2020).

Secara keseluruhan, pada termin kedua ini anggaan yang disalurkan untuk subsidi gaji atau upah adalah Rp9,65 triliun. Angka tersebut disalurkan kepada 8.042.847 pekerja atau buruh.

Adapun ricianya adalah 2.180.382 pekerja atau buruh untuk termin kedua tahap pertama, dan 2.7013.434 pekerja atau buruh untuk tahap atau batch kedua. Sementara untuk tahap ketiga, ada 3.149.031 pekerja atau buruh yang mendapatkan bantuan subsidi gaji dengan anggaran mencapai Rp3,77 triliun.

Sementara itu, dari total anggara Rp9,65 triliun baru Rp1,8 triliun yang disalurkan untuk tahap I dan II. Sementara untuk tahap ketiga masih belum mendapatkan update dari pihak Kementerian Ketenagakerjaan.

Berdasarkan laporan bank penyalur per 15 November, realisasi sementara penyaluran subsidi gaji atau upah termin kedua, tahap I telah tersalurkan kepada 844.083 pekerja atau buruh atau 38,71%. Sedangkan tahap II telah tersalurkan kepada 685.427 pekerja atau buruh atau 25,26%.

“Sesuai dengan komitmen yang telah kami sampaikan sebelumnya, proses penyaluran subsidi gaji/upah kami percepat karena datanya mengacu pada para penerima di termin I yang lalu yang sudah clear and clean,” jelasnya.[okezone.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan