Penerima PKH Dapat Program Wirausaha Kemensos

Sejumlah penerima program keluarga harapan (PKH) yang memiliki rintisan usaha di Kabupaten Bandung Barat akan mendapatkan program kewirausahaan sosial (ProKUS), Kementerian Sosial (Kemensos). Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan para penerima manfaat.

Menteri Sosial (Mensos), Juliari Batubara mengatakan program kewirausahaan sosial kepada penerima PKH merupakan intervensi pemberdayaan yang dilakukan Kemensos kepada keluarga pra sejahtera yang sudah lepas dari program bantuan sosial. Menurutnya, program tersebut diharapkan terus meningkatkan kesejahteraan.

"Melalui intervensi pemberdayaan pada keluarga pra sejahtera yang telah graduasi,  inilah esensi program Kemensos," ujarnya saat berada di Cililin, Bandung Barat meninjau penerima manfaat melalui keterangan pers yang diterima, Selasa (24/11).

Ia menambahkan, pendampingan dalam program kewirausahaan sosial bagi penerima PKH harus dilakukan. Menurutnya, hal itu dilakukan agar mereka yang memiliki rintisan usaha tidak turun kelas.

Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial Kemensos, Edi Suharto mengatakan program kewirausahaan sosial digulirkan untuk masyarakat yang telah lepas dari bansos dan memiliki rintisan usaha. Diharapkan, menurutnya penerima manfaat dapat mengelola modal usaha, memiliki pendapatan berkelanjutan dan standar hidup meningkat.

Mensos sempat mengunjungi peserta program kewirausahaan sosial di Desa Sindangkerta dan Desa Batulayang, Cililin, Bandung Barat. Beberapa peserta memiliki jenis usaha kuliner. ProKUS Kabupaten Bandung Barat hasil kerjasama Kemensos dengan Pusat Inkubator Bisnis Universitas Padjadjaran.

Peserta program kewirausahaan sosial didapatkan melalui proses penyaringan terhadap penerima PKH graduasi yang memiliki rintisan usaha. Mereka diberi pelatihan dan workshop, diberi modal dan pendampingan selama tiga bulan.

Pendampingan dilakukan oleh mentor agar peserta program dapat mengelola keuangan, pembukuan, dan tumbuh kebiasaan menabung. Program kewirausahaan sosial memiliki empat jenis klaster yaitu kriya tekstil/ fesyen, agribisnis, ritel, dan kuliner.[republika.co.id]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan