Pengangguran 9,77 Juta, Airlangga Sebut UU Cipta Kerja Jadi Solusi

Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan telah terjadi peningkatan jumlah pengangguran di Indonesia selama kuartal III-2020. Tingkat pengangguran terbuka (TPT) dari Agustus 2020 naik menjadi 7,07% ke 9,77 juta orang dari jumlah angkatan kerja sebanyak 138,22 juta.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melihat hal itu sebagai sebuah tantangan untuk segera dicarikan jalan keluarnya.

"Pengangguran masih sekitar 5% kemudian juga tentu ini yang menjadi tantangan pekerja formal kita dan informal masih tinggi, dan juga terkait dengan mereka yang masuk (kerja) di tahun ini sekitar 2,9% di mana itu 1,7% lulusan perguruan tinggi dan sekitar 1,3% lulusan SMK yang perlu dicarikan jalan keluar untuk dicarikan lapangan kerja," paparnya dalam Konferensi Pers Para Menteri Terkait Pertumbuhan Ekonomi, Kamis (5/11/2020).

Menurut Airlangga, salah satu jalan keluar untuk menyelesaikan permasalahan tersebut adalah lewat UU Cipta Kerja yang baru saja diteken Presiden Joko Widodo (Jokowi) beberapa hari lalu.

"Nah ini salah satu yang didorong dalam UU Cipta Kerja agar mereka bekerja dipermudah dan mereka untuk masuk di sektor usaha disimplifikasi," imbuhnya.

Untuk diketahui, dari jumlah angkatan kerja yang sebanyak 138,22 juta orang, pengangguran tercatat sebanyak 9,77 juta orang, sementara yang bekerja sebanyak 128,45 juta orang atau turun 0,31 juta orang.

Jika dirinci lagi, dari jumlah orang yang bekerja, sebanyak 82,02 juta orang merupakan pekerja penuh. Angka ini juga turun 9,46 juta orang. Lalu pekerja paruh waktu berjumlah 33,34 juta orang atau malah naik 4,32 juta orang. Demikian pula, pekerja setengah penganggur berjumlah 13,09 juta orang atau naik 4,83 juta orang. Jika dilihat menurut tempat tinggalnya, pengangguran terbuka di perkotaan meningkat 8,98% dan perdesaan naik 4,71%.

Khusus jumlah pekerja yang terdampak COVID-19, totalnya sebanyak 29,12 juta orang. Rinciannya 2,56 juta orang merupakan pengangguran karena COVID-19, 0,76 juta orang bukan angkatan kerja, 1,77 juta orang sementara tidak bekerja, dan 24,03 juta orang merupakan bekerja dengan pengurangan jam kerja atau shorter hours karena COVID-19. [detik.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan