RI Bidik Jet Tempur F-35? Dubes di AS Bilang Begini

Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat (AS) Muhammad Lutfi merespons isu soal Indonesia membidik jet tempur canggih F-35. Isu tersebut berkembang seiring kunjungan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto ke Kementerian Pertahanan AS, Pentagon, bulan lalu.

Lutfi mengatakan tidak mudah untuk bisa mendapatkan jet tempur F-35 yang merupakan pesawat tempur generasi ke 5

"Jadi kalau boleh kita lihat ini ada platform yang mesti kita kerjakan. Untuk dapat generasi 5 kita harus punya generasi 4 dan 4,5-nya," ucapnya dalam konferensi pers virtual, Senin (2/11/2020).

Menurut Lutfi sebelum Indonesia bisa memiliki F-35 diharuskan memiliki F-16 Block 72. Itu merupakan pesawat tempur generasi 4 dan 4,5 dan yang termutakhir sebelum F-35. Pesawat itulah yang ditawarkan ke Indonesia saat ini.

"Untuk dapat F-35 itu waiting time-nya bisa 9 tahun, keburu kedaluwarsa. Sekarang AS memperbaiki penawarannya dan akan memberikan Indonesia terobosan. Artinya dia akan membeli pesawat tempur terbaik yang bisa dikerjakan tanpa reservasi," tutur mantan Menteri Perdagangan itu.

Sebagai informasi, Pemerintah AS saat ini sedang membidik Uni Emirat Arab untuk membeli jet tempur F-35. Informasi tersebut telah disampaikan kepada Kongres AS (terdiri dari DPR dan para Senator).

AS ingin menjual 50 jet tempur Lockheed Martin F-35 II ke Uni Emirat Arab. Mengutip CNBC.com, nilai penjualan 50 unit jet tempur tersebut diperkirakan mencapai US$ 10 miliar atau setara Rp 147 triliun (kurs 14.700/US$).

Informasi rencana penjualan 50 jet tempur ke UEA muncul kurang dari dua bulan setelah penandatanganan Abraham Accord, sebuah perjanjian yang membangun hubungan diplomatik antara Israel dan UEA. Perjanjian tersebut telah membuka banyak peluang dalam perdagangan, teknologi dan kerja sama keamanan. [detik.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan