Satgas Sebut Keputusan Libur Akhir Tahun akan Utamakan Keselamatan Rakyat

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Bakti Bawono Adisasmito, mengatakan pemerintah masih mengkaji rencana pemangkasan cuti bersama pada libur akhir tahun 2020. Dia menyebut, apa pun keputusan yang akan diambil pemerintah pasti mengutamakan keselamatan rakyat. 

"Masyarakat perlu tahu apa pun keputusan yang diambil pemerintah akan mengutamakan keselamatan masyarakat Indonesia di tengah pandemi Covid-19," ujarnya  dalam konferensi pers, Kamis (26/11/2020).

Wiku meminta masyarakat tidak lengah menerapkan protokol kesehatan selama libur panjang akhir tahun 2020.

Belajar dari libur panjang sebelumnya, kasus Covid-19 meningkat tajam karena masyarakat lalai menerapkan protokol kesehatan. 

"Masyarakat harus belajar dari pengalaman sebelumnya seperti pada periode liburan Idul Fitri, hari kemerdekaan Indonesia dan libur akhir November awal Oktober," jelas dia. 

Evaluasi Tiga Periode Libur Panjang

Sebelumnya, Wiku membeberkan hasil evaluasi terhadap tren kenaikan kasus positif Covid-19 pascalibur panjang di masa pandemi Covid-19. Terdapat tiga periode libur panjang yang menjadi bahan evaluasi pemerintah. 

Yaitu, libur panjang Idul Fitri 22 hingga 25 Mei 2020, HUT RI pada 17 hingga 23 Agustus 2020 dan Maulid Nabi Muhammad 28 Oktober sampai 1 November 2020. Libur panjang Idul Fitri berdampak pada peningkatan kasus positif Covid-19 sebesar 69 persen sampai 93 persen. 

Sementara periode HUT RI berdampak pada peningkatan kasus positif Covid-19 sebesar 58 persen sampai 118 persen. 

"Dan pada libur panjang akhir Oktober dan awal November, berdampak pada peningkatan kasus positif sebesar 17 persen sampai 22 persen pada tanggal 8 sampai 22 November 2020," kata Wiku. [liputan6.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan