Sertifikasi Tanah Seluruh Indonesia Pakai Cara Lama Butuh 160 Tahun

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menurunkan target penerbitan sertifikat tanah tahun ini. Penurunan ini disebabkan karena adanya pandemi covid-19 yang membuat kerja penerbitan sertifikat tanah terhambat.

“Tahun ini, sebetulnya saya beri target 10 juta. Tapi saya tahu ini ada pandemi, ada hambatan di lapangan maupun di kantor. Oke, saya turunkan dari 10 juta menjadi 7 juta. Dan saya yakin insya Allah ini bisa tercapai,” kata Jokowi saat membagikan satu juta sertifikat di Istana Negara, Senin (9/11/2020).

Jokowi menegaskan dalam bekerja selalu memasang target. Salah satunya dalam penerbitan sertifikat tanah. Menurutnya sebelum adanya target, sertifikat tanah yang diterbitkan hanya mencapai 500 ribu dalam setahun. Jika tidak ada target penerbitan sertifikat maka diprediksi butuh waktu 160 tahun agar seluruh tanah milik masyarakat memiliki sertifikat.

“Karena di seluruh Tanah Air ini yang harus disertifikatkan ada 126 juta sertifikat. Karena di tahun 2015 baru ada 46 juta sertifikat. Jadi masih kurang 80 juta. Kalau setahun hanya 500 ribu, artinya nunggunya 160 tahun,” ungkapnya.

Kemudian pada tahun 2016 angka penerbitan sertifikat tanah mulai naik dari 500 ribu menjadi 1,1 juta sertifikat. Kemudian tahun 2017 naik menjadi 5,4 juta sertifikat.

“Dari yang sebelumnya 2015 500 ribu. Naiknya di 2016, 1,1 juta. Masih dua kali, ndak mau saya. Saya mau sepuluh kali. Bisa keluar 5,4 juta di 2017. Artinya ternyata kita bisa. 2018 saya beri target lagi. 9,3 juta bisa keluar. (Targetnya) 9 juta, keluarnya 9,3 juta. Tahun 2019, saya beri target 9 juta keluarnya 11,2 juta sertifikat,” pungkasnya. [okezone.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan