Sri Mulyani: 60% Warga Miskin Sudah Dapat Bansos

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat dari anggaran pemulihan ekonomi nasional sebesar Rp695,2 triliun telah terealisasi Rp383,01 triliun atau 55,1%. Realisasi ini menunjukkan adanya akselerasi yaitu kesehatan, perlindungan sosial, sektoral kementerian/lembaga (K/L), Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), pembiayaan korporasi, dan insentif usaha.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan dari sebanyak 60% kelompok miskin sudah terbantu dari program bantuan sosial dari program PEN.

"Realisasi PEN ini kalau kita lihat dari sisi penyerapan memang mengalami akselerasi yang luar biasa di kuartal ketiga dan untuk kuartal keempat kita juga akan tetap melakukan monitoring,” kata Menkeu dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Jumat (13/11/2020).
 
Pada klaster kesehatan, Menteri keuangan menyampaikan pagu pada klaster ini mengalami penyesuaian menjadi Rp97,26 triliun. Pagu ini termasuk SiLPA earmark untuk vaksin sebesar Rp29,23 triliun. Dengan penyesuaian pagu tersebut, realisasi PEN pada sektor kesehatan Rp34,07 triliun atau 35%.

" Manfaat program klaster kesehatan itu untuk tenaga kesehatan, belanja penanganan Covid-19, gugus tugas penanganan Covid-19, santunan kematian tenaga kesehatan, bantuan iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan insentif perpajakan kesehatan," katanya.

Lalu, program realisasi kluster perlindungan sosial telah mencapai 77,3% atau Rp181,11 triliun dari pagu penyesuaian Rp234,33 triliun.

“Yang menerima Program Keluarga Harapan itu 10 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM), kartu sembako 19,4 juta KPM, bantuan sosial tambahan ada 9 juta KPM, bantuan sosial sembako hampir 2 juta KPM di Jabodetabek dan 9,2 juta di non Jabodetabek, plus bantuan langsung tunai Dana Desa," tandasnya.[okezone.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan