Susi Pudjiastuti Berpeluang Gantikan Edhy Prabowo Jika Gerindra Menolak

Siapa yang bakal mengganti Edhy Prabowo sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan masih menjadi tanda tanya publik. Sejumlah nama yang disebut-sebut berpeluang menggati Edhy juga telah beredar.

Dari internal Partai Gerindra beredar nama Sandiaga Uno, Ahmad Muzani, Sufmi Dasco hingga Fadli Zon. Sementara dari profesional beredar nama mantan Menteri KP Susi Pudjiastuti.

Menanggapi hal itu, Direktur Eksekutif Sudut Demokrasi Research and Analysis (SUDRA) Fadhli Harahab menilai, semua nama-nama yang beredar memiliki peluang. Hanya peluang itu bisa besar atau kecil. (Baca juga: Edhy Prabowo Tersangka, Kursi Menteri Kelautan dan Perikanan untuk Siapa?)

Terkait hal itu, Fadhli berpandangan setidaknya ada tiga skenario yang bisa dilakukan dalam hal menentukan orang yang bakal duduk di posisi tersebut. Menggeser posisi menteri di kabinet, memilih orang baru (profesional/partai) atau mengganti Edhy dengan orang yang berasal dari partai yang sama yaitu Partai Gerindra.

"Dari sekian opsi tersebut, aku pikir Gerindra atau Orang Gerindra lebih memiliki peluang besar. Pahitnya, posisi menteri kelautan diberikan kepada orang lain (partai/profesional) jika Gerindra menolak," kata Fadhli saat dihubungi SINDOnews, Minggu (29/11/2020).

Dari opsi itu, menurut dia, ada dua nama yang memiliki peluang besar menduduki posisi menteri yang ditinggalkan Edhy Prabowo, yaitu mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mewakili kalangan profesional dan Sandiaga Uno, pengusaha sekaligus politikus Partai Gerindra.

Kedua tokoh ini, lanjut Fadhli, memiliki pengalaman panjang yang tentunya tidak diragukan lagi. Susi berpengalaman memimpin kementerian ini, sementara Sandiaga juga memiliki pengalaman yang tidak kalah hebat.

Sandiaga juga merupakan sosok sentral di Partai Gerindra, berpengalaman memimpin birokrasi pemerintahan apalagi dalam dunia usaha.

"Keduanya memiliki pengalaman apik dari berbagai sisi. Dan aku pikir keduanya cukup memiliki kapabilitas untuk memimpin kementerian KKP," katanya.

Namun demikian, lanjut Fadhli, posisi menteri KP lebih berpeluang besar diduduki kader Partai Gerindra, mengingat beberapa faktor, di antaranya soal hubungan koalisi Jokowi-Prabowo.

"Aku pikir jika jatah menteri Gerindra berkurang akan berdampak disharmoni bagi koalisi Jokowi-Prabowo ke depan," katanya.[sindonews.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan