Trenyuh Dagangan Mbah Ginem Ludes Ditipu, Istri Mensos Kirim Uang

Kisah Waginem atau Mbah Ginem, warga Jalan Sentiyaki Baru 2 RT 6 RW 8 Bulu Lor, Semarang Utara, Kota Semarang, belum lama ini sempat viral dan memantik simpati publik. Dia menjadi sosok janda lanjut usia yang gigih mencari nafkah di tengah pandemi.

Di usianya yang menginjak 70 tahun, perempuan tangguh ini masih menjadi tulang punggung keluarga. Ibu dua anak ini menjadi penjual nasi bungkus keliling di sekitar Jalan Kokrosono Semarang untuk membiayai rumah kontrakan dan merawat adiknya yang usianya tak terpaut jauh.

Namun pada Jumat (5/9/2020) lalu, Mbah Ginem yang polos itu malah menjadi korban penipuan. Sebanyak 70 nasi bungkus dagangannya serta uang Rp 400 ribu hasil jualan dibawa kabur oleh perempuan tak dikenal.

Kisah yang dialami Mbah Ginem itu memantik empati Grace Claudia Pieters Batubara, istri Menteri Sosial RI, Juliari Peter Batubara pada Kamis (12/11/2020). Meski tak sempat bertemu secara langsung, Grace sempat berbincang dengan Mbah Ginem melalui video call dari Yogyakarta. Bantuan uang Rp 5 juta diserahkan kepada Mbah Ginem oleh utusan Grace bersama Lurah Bulu Lor dan Camat Semarang Utara.

“Saya senang melihat Mbah Ginem bisa tertawa lagi. Semoga Mbah Ginem bisa jualan lagi,” kata Grace melalui video call.

Mbah Ginem pun tak mampu menyembunyikan rasa haru. Ia berkali-kali menyampaikan ucapan syukur dan terima kasih. “Alhamdulillah, kulo saget angsal bantuan (Alhamdulillah, saya bisa mendapat bantuan). Matur sembah nuwun sanget atas bantuan dari Bu Juliari,” katanya.

Dia mengaku kaget saat dihubungi Lurah Bulu Lor terkait bantuan tersebut. Dia bersyukur karena pada saat ini memang sangat membutuhkan uang untuk membayar rumah kontrakan.

“Setiap hari saya jualan keliling, nasi bungkus, arem-arem, pisang goreng, donat, bolang-baling dan lain-lain. Keuntungan hasil jualan setiap hari di kisaran Rp 30 ribu hingga Rp 70 ribu. Uang bantuan sebesar Rp 5 juta ini akan saya gunakan untuk membayar rumah kontrakan dan modal usaha,” ujarnya.

Lurah Bulu Lor, Wisnugroho mengatakan Kelurahan Bulu Lor dihuni kurang lebih 18 ribu kepala keluarga dengan tingkat ekonomi beragam. “Dari 18 ribu KK tersebut terdapat 1200 kepala keluarga atau kurang lebih 5000 warga miskin yang terdampak pandemi,” katanya.

Dia mengakui, memang banyak warga terdampak pandemi. “Namun boleh dikatakan bantuan dari berbagai pihak membludak di Kelurahan Bulu Lor ini. Mulai dari Pemkot Semarang, Pemerintah Provinsi Jateng, hingga pemerintah pusat yakni Kementerian Sosial. Bahkan bantuan dari presiden,” katanya.

Wisnu mengaku berupaya mendistribusikan bantuan secara merata. “Misalnya bantuan sembako, kami berupaya agar tidak ada yang menerima dobel. Tujuannya agar bantuan bisa merata,” katanya.[jatengtoday.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan