Mendagri Usulkan Jumlah Peserta Demonstrasi Dibatasi

Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian mengusulkan jumlah peserta aksi demonstrasi dibatasi. Hal itu untuk mencegah kerumunan massa yang banyak di tengah masih menyebarnya wabah virus corona atau Covid-19.

"Kita batasi saja 50 orang. Sama seperti pada kampanye Pilkada kemarin,” kata Tito dalam acara pemberian penghargaan Innovative Government Award (IGA) Tahun 2020, di kantor Kemdagri, Jakarta, Jumat (18/12/2020) malam.

Ia mempersilahkan kepada siapa saja untuk melakukan aksi demonstrasi karena hal itu merupakan hak kebebasan berbicara dan berekspresi tiap orang. Hak itu telah diakui dalam piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan diakui pula oleh UUD 1945.

"Namun, hak itu bukan berarti tidak bisa dibatasi. Ketika ada kepentingan yang lebih besar lagi harus diperjuangkan maka hal itu bisa dibatasi," tegasnya.

Menurut mantan Kapolri ini, dalam situasi penyebaran Covid 19 yang masih tinggi, pengaturan pembatasan jumlah yang demonstrasi sangat perlu. Alasannya, jika tidak dibatasi akan menimbulkan kerumunan besar. Ketika massa yang berkumpul mencapai ribuan maka akan sulit untuk melakukan pelacakan atau tracking penyebaran Covid 19.

"Nanti tinggal dibuat aturannya (pembatasan, red). Demo boleh tapi nggak perlu menciptakan kerumunan. Kita lihat grafik Covid-19 masih terus tinggi. Belum ada angka-angka penurunan. Ini menjadi perhatian kita bersama,” tutur Tito.

Dia menyebut salah satu masalah serius sekarang ini yang harus diatasi dalam mengurangi penyebaran Covid 19 adalah berkerumun. Kegiatan berkerumunan terjadi di seluruh daerah, mulai acara pesta, acara adat, perayaan ulang tahun, dan sebagainya.

Dia mendorong agar gerakan 3 M diganti menjadi 4 M yaitu mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan. Gerakan 3M sudah mulai berhasil dilaksanakan masyarakat, namun hindari kerumunan yang masih sulit.

“Saya minta teman-teman daerah untuk perhatikan ini. Kalau tidak, nanti Covid-nya nggak hilang-hilang,” tutup Tito.[beritasatu.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan