Menilik Untung Rugi PDIP jika Risma Jadi Mensos

Kursi Menteri Sosial (Mensos) hingga saat ini masih menjadi perbincangan publik. Nama-nama yang muncul ke masyarakat salah satunya adalah Wali Kota Surabaya yang juga politisi dari PDIP, Tri Rismaharini atau Risma.

Risma digadang-gadang akan menduduki jabatan sebagai Mensos. Ia berpeluang untuk menduduki Mensos, setelah Juliari Batubara yang menjabat Mensos tersandung kasus korupsi Bantuan Sosial Covid-19.

Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia (UAI), Ujang Komarudin menilai Risma menjadi salah satu nama kuat dan pas untuk menjadi Mensos. “Nah, sosok bu Risma bisa menjadi pilihan bagi PDIP untuk menempatkannya menjadi Mensos,” ungkapnya.

Apalagi, kata Ujang, bahwa kursi Mensos adalah jatah dari PDIP. “Yang pertama ini kan jatahnya PDIP. Kedua, Megawati dan Risma itu sangat dekat. Ketiga, biasanya kan menteri itu diambil dari petinggi partai. Nah Risma ini kan petinggi partai juga.”

Kemudian yang terakhir, kata Ujang, Risma tidak punya posisi pasca selesai jadi Wali kota. Sehingga bisa dijadikan momentum untuk melihat kapasitas Risma untuk Pilpres tahun 2024 mendatang.

“Tentunya perlu juga uji kan dalam konteks menjadi Menteri agar terlihat seperti apa kapasitas Bu Risma dalam memimpin Kementerian ke depan. Katakanlah, diuji menjadi Wali Kota sudah selesai dua periode, maka menjadi menteri adalah sebuah pilihan bagi PDIP,” ujarnya.

Namun, kata Ujang, jika Risma menduduki kursi Mensos dan kinerjanya bagus maka akan membayangi nama Puan Maharani sebagai salah satu calon kuat yang digadang akan diusung PDIP di Pilpres 2024.

“Cuma memang persoalannya adalah ketika Risma menjadi menteri, ini akan menjadi persoalan bagi mbak Puan di 2024.”

“Karena ini nanti siapa yang akan bersinar? Apakah Risma, apakah Ganjar Pranowo, ataukah mbak Puan? Ini juga harus menjadi perhatian bagi PDIP. Karena kuncinya juga kan ada di PDIP, di Bu Mega. Kalau Bu Risma menjadi menteri, kemudian kinerjanya bagus dan dipoles menjadi Capres 2024, maka akan menutup mbak Puan. Nah, ini menjadi persoalan juga bagi PDIP,” papar Ujang.

Ujang pun menilai jika Risma menjadi Mensos, maka namanya akan mencuri perhatian. “Saya lihat Bu Risma ini kalau menjadi Mensos akan mencuri perhatian. Saya melihatnya seperti itu. Soal nama maka oke-oke saja, tapi soal di internal PDIP itu yang harus dilihat bagaimana,” katanya.[okezone.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan