Moeldoko Ungkap Arahan Jokowi: Perlindungan HAM Jangan Hanya Sosialisasi

Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko, mengungkap arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait perlindungan dan pemenuhan HAM. Moeldoko menyebut Jokowi ingin perlindungan HAM tak hanya sebatas sosialisasi tapi juga dapat dirasakan langsung masyarakat.

"Sesuai arahan Presiden agar perlindungan dan pemenuhan HAM tidak hanya sosialisasi, tapi juga tersampaikan dan dirasakan masyarakat. Maka, saya mendorong agar lebih banyak lagi Kabupaten/Kota ramah HAM," kata Moeldoko saat menjadi pembicara utama pada Festival HAM 2020 seperti dalam keterangan tertulis, Kamis (17/12/2020).

Moeldoko mengatakan pemerintah terus berupaya memperluas perlindungan dan pemenuhan HAM hingga ke level daerah. Dia lantas menuturkan bahwa sudah ada 259 daerah yang telah mendapat penghargaan sebagai kabupaten/kota peduli HAM.

Moeldoko juga menekankan mengenai pentingnya sinkronisasi kebijakan pemerintah pusat dan pemerintah daerah dengan prinsip-prinsip HAM, baik hak sipil dan hak politik. Terutama, sambung Moeldoko, terhadap komitmen toleransi dan pemenuhan hak dari berbagai sektor, baik ekonomi, kesehatan, pendidikan, hak bagi kelompok disabilitas dan kelompok rentan, maupun hak lainnya.

Mantan Panglima TNI itu juga mengatakan pandemi COVID-19 yang telah mengubah semua aspek kehidupan jangan sampai memengaruhi secara substantif perlindungan dan pemenuhan HAM masyarakat. Karena itu, Moeldoko menegaskan kembali arahan Presiden Jokowi yang menyatakan agar pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk terus memajukan HAM.

"Jangan biarkan krisis justru membawa kemunduran, tapi jadikan krisis sebagai momentum untuk mencapai lompatan besar. Dalam hal ini, Pemerintah telah bergerak cepat melalui berbagai regulasi, pemenuhan anggaran dengan tetap mengutamakan keselamatan dan kesehatan masyarakat," ujar Moeldoko.

Menurut Moeldoko, Festival HAM 2020 bisa menjadi momentum bagi semua pihak untuk menjalankan prinsip HAM secara proaktif. Festival HAM 2020 juga diharapkan bisa memetakan persoalan perlindungan HAM yang luput dari perhatian dan ditemukan solusinya.

Sementara itu, Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik mengatakan pandemi COVID-19 berdampak pada penghormatan dan perlindungan HAM di seluruh dunia, terutama dalam aspek kesehatan. Dia berharap Festival HAM 2020 bisa menjadi forum untuk saling berbagi pengetahuan.

"Melalui Festival HAM 2020 ini, semoga menjadi jembatan bagi semua pihak untuk saling berbagi pengetahuan dan pengalaman bersama sebagai bentuk penghormatan dan perlindungan HAM," kata Taufan.

Festival HAM telah diselenggarakan sejak tahun 2014 di berbagai kota. Adapun Festival HAM 2020 kali ini berlangsung di Banjarmasin, Kalimantan Selatan yang merupakan kota pertama di luar Jawa sepanjang pelaksanaan Festival HAM. Festival HAM 2020 yang mengangkat tema 'Menegakkan HAM di Masa Pandemi COVID-19: Tantangan dan Solusinya' ini juga menjadi yang pertama kali berlangsung secara virtual. [detik.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan