Penembakan 6 Laskar FPI, Mochtar Ngabalin: Percaya pada Polisi!

Kasus penembakan enam anggota laskar Front Pembela Islam (FPI) yang dilakukan Polda Metro Jaya di Jalan Tol Cikampek kilometer 50 pada Senin 7 Desember 2020 masih menjadi perhatian masyarakat.

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin meminta masyarakat mempercayai versi kepolisian terkait insiden penembakan yang menewaskan enam anggota Laskar Khusus FPI pengawal Habib Rizieq dan keluarganya.

"Semua harus percaya pada polisi, karena mereka itu institusi negara. Kami dari KSP tentu kami sampaikan bahwa Polri adalah insitutisi negara yang harus kita beri kepercayaan, tidak boleh tidak. Polisi saat ini sedang bekerja dengan seluruh profesionalismenya. Jadi mari kita berprasangka baik," kata Ali Ngabalin dilansir Sindonews, Rabu (16/12/20202).

Namun jika ada versi di luar kepolisian atau institusi resmi negara, kata dia, justru akan membuat gaduh. Kegaduhan itu biasanya terjadi di media sosial seperti Facebook dan juga aplikasi chatting WhatsApp.

"Polisi saat ini sedang bekerja. Komnas HAM juga ada. Kita harus percaya pada kerja-kerja polisi. Berkali kali kita sampaikan, tidak boleh ada orang buat opini sendiri atau membuat pandangan sendiri terhadap proses yang sedang dilakukan oleh institusi negara yang namanya polisi," tutup Ngabalin. [okezone.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan