Terowongan Terbesar Kereta Cepat Jakarta-Bandung Rampung Dibangun

PT Kereta Cepat Indonesia China ( KCIC) telah menyelesaikan konstruksi Tunnel I proyek Kereta Cepat Indonesia-Bandung (KCJB) sepanjang 1.885 meter.

Terowongan I ini dibangun menggunakan  tunnel boring machine (TBM) dengan diameter terbesar se-Indonesia dan Asia Tenggara.

"Sehingga terowongan ini berhasil ditembus dengan kualitas yang baik, sepanjang 1.885 meter," kata Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia China ( KCIC) Chandra Dwiputra dalam acara peresmian Tunnel I KCJB di Jakarta, Selasa (15/12/2020).

Chandra menjelaskan dengan rampungnya pembangunan Tunnel 1 ini menggenapi jumlah total 5 tunnel yang dibangun dan ditembuskan hingga 2020 yakni Tunnel 3, Tunnel 5, Tunnel 7 dan Tunnel 1.

"Angka ini merepresentasikan 5 dari 13 tunnel yang telah berhasil ditembuskan," ungkap Chandra.

Selain terowongan PT KCIC juga telah memasang sebanyak 1.741 batang pier di sepanjang lintasan Jakarta-Bandung dan siap untuk dihubungkan.

Jika seluruhnya telah terpasang, pekerjaan selanjutnya adalah pemasangan rel kereta. Chandra mengungkapkan, terdapat 12.000 rel kereta cepat yang tengah dalam proses pengiriman dari China ke Indonesia.

"Masih banyak tantangan yang harus kami hadapi, konstruksi masih butuh kerja keras, dan dukungan pendanaan baik loan atau equity, konektivitas di stasiun-stasiun dan operasional serta maintenance, agar KCJB bisa dioperasikan dengan aman dan baik," tutur Chandra.

KCJB menjadi salah satu dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang terus dikejar pengerjaannya oleh pemerintah.

Proyek yang dirancang sepanjang 142,3 kilometer ini dibangun oleh PT KCIC yang merupakan konsorsium bentukan PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) dengan China Railway Corporation.

PSBI merupakan konsorsium empat BUMN, yakni PT Kereta Api Indonesia (Persero), PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Jasa Marga (Persero) Tbk., dan PT Perkebunan Nusantara VIII (Persero).

Adapun, Wijaya Karya memiliki porsi kepemilikan saham sebanyak 38 persen.

Kereta api kecepatan tinggi ini diklaim dapat memangkas perjalanan dari sebelumnya lebih dari tiga jam menjadi sekitar 40 menit dengan kecepatan 350 kilometer per jam.[kompas.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan