Aturan Baru dan Syarat Penerbangan saat PPKM Diperpanjang, Cek di Sini

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan kembali mengeluarkan syarat bagi masyarakat yang berpergian menggunakan pesawat terbang.

Syarat tersebut diatur dalam Surat Edaran No 10 Tahun 2021 tentang Petunjuk Pelaksana Perjalanan Orang Dalam Negeri dengan Transportasi Udara Dalam Masa Pandemi Covid-19.

Ketentuan perjalanan orang/ penumpang dalam negeri di masa pandemi Corona Virus Disease 2019 seperti berikut, Jakarta, Selasa (26/1/2021).

1. Wajib menerapkan dan mematuhi protokol kesehatan (3M), yaitu memakai masker (sesuai standar penerbangan), menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun atau menggunakan handsanitizer;

2. Tidak diperkenankan untuk berbicara satu arah maupun dua arah melalui telepon ataupun secara langsung sepanjang perjalanan;

3. Tidak diperkenankan untuk makan dan minum sepanjang perjalanan yang kurang dari 2 (dua) jam, terkecuali bagi individu yang wajib mengkonsumsi obat-obatan dalam rangka pengobatan yang jika tidak dilakukan dapat membahayakan keselamatan dan kesehatan orang tersebut.

4. Wajib memenuhi persyaratan kesehatan:

5. Menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 2 x 24 jam atau hasil negatif rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1 x 24 jam sebelum keberangkatan, untuk penerbangan menuju Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai, Denpasar; dan

6. Menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3 x 24 jam atau hasil negatif rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 2 x 24 jam sebelum keberangkatan, untuk penerbangan dari dan ke daerah selain sebagaimana diatur pada butir 1).

Adapun untuk persyaratan kesehatan sebagaimana disebutkan pada huruf d, tidak berlaku bagi penerbangan angkytan udara perintis, penerbangan angkutan udara di daerah tertinggal, terdepan dan terluar dan atau penumpang dan anak-anak berusia di bawah 12 tahun. Penumpang juga diwajibkan mengisi formulir elektronik e-Hac Indonesia di bandar udara keberangkatan untuk ditunjukkan pada petugas kesehatan bandara tujuan maupun kedatangan.

Beleid ini juga mengatur mengenai kewajiban operator peswat udara komersial di masa Covid-19 di antaranya:

1. Mematuhi ketentuan operasional sebagaimana telah diatur di dalam Surat Edaran Menteri Perhubungan Nomor SE 13 Tahun 2020 tentang Operasional Transportasi Udara dalam Masa Kegiatan Masyarakat Produktif dan Aman dari Corona Virus Disease 2019 (COVID-19);

2. Tidak memberikan makanan dan/atau minuman kepada penumpang pada penerbangan yang berdurasi dibawah 2 (dua) jam kecuali untuk kepentingan medis.

3. Apabila hasil RT-PCR atau rapid test antigen pelaku perjalanan negatif namun menunjukkan gejala, maka pelaku perjalanan tidak boleh melanjutkan perjalanan dan diwajibkan untuk melakukan tes diagnostik RT-PCR dan isolasi mandiri selama waktu tunggu hasil pemeriksaan;

- Apabila terdapat penumpang yang melakukan pengembalian (refund) tiket penerbangan, proses pengembalian (refund) dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan; dan

- Terhadap personel pesawat udara yang bertugas dalam penerbangan wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif menggunakan RTPCR atau rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu paling lama 14 x 24 jam sebelum keberangkatan.

“Regulator juga tidak lagi menerapkan jaga jarak dalam pesawat dengan kapasitas angkut pesawat 70%. Surat edaran ini berlaku sejak tanggal 26 Januari 2021 sampai 8 Februari 2021 dan dapat dievaluasi sewaktu-waktu,” demikian isi beleid Surat Edaran yang diteken Direktur Jenderal perhubungan Udara Kemenhub, Novie Riyanto per hari ini.[okezone.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan