Banjir Kalsel, Kemendagri Ganti 16.187 Kartu Keluarga

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengganti dokumen kependudukan milik sekitar 16 ribu keluarga yang rusak atau hilang karena banjir Kalimantan Selatan.

Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri Zudan Arif Fakrullah mengatakan dokumen kependudukan yang diganti bervariasi mulai dari kartu keluarga hingga akta kelahiran.

"Total jumlah penggantian dokumen kependudukan yaitu 16.187 kartu keluarga, 1 akta kelahiran, 5 akta kematian, dan 16 KTP-el," kata Zudan dalam keterangan tertulis, Selasa (26/1).

Zudan menyampaikan penggantian dokumen kependudukan ini gratis. Hingga saat ini, pelayanan telah diberikan ke korban banjir di 4 kabupaten di Kalimantan Selatan.

Kemendagri mengutus tim khusus dari Jakarta untuk melayani para korban banjir. Selain penggantian dokumen kependudukan, tim itu juga melayani pembuatan dokumen kependudukan baru.

Tim melayani pembuatan akta kematian bagi korban yang meninggal dunia. Tim juga melayani pembuatan akta kelahiran bagi anak yang lahir saat proses pengungsian.

"Bila terjadi peristiwa penting seperti pengungsi yang melahirkan, tim Dukcapil proaktif memberikan minimal 3 dokumen sekaligus, yakni akta kelahiran, KK baru untuk suami-istri dengan anak yang baru lahir, serta kartu identitas anak," ujar Zudan.

Sebelumnya, banjir melanda 10 kabupaten/kota di Kalimantan Selatan pada awal Januari 2021. Banjir menewaskan 21 orang dan membuat 63 ribu orang mengungsi.

Danrem 101/Antasari juga mencatat banjir merendam 66.768 rumah dan 18.294 meter jalan raya. Selain itu, 21 jembatan rusak serta 110 tempat ibadah dan 76 sekolah terendam.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan