Dunia Internasional Sambut Positif Penunjukan Gus Yaqut sebagai Menteri Agama

Penunjukan Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yaqut oleh Presiden Jokowi sebagai Menteri Agama mendapat sambutan hangat masyarakat internasional.

Centris Democrat Internasional (CDI), koalisi partai-politik terbesar di dunia yang kaukusnya di Eropa, yaitu European People’s Party (EPP) dan menguasai pemerintahan Uni Eropa saat ini, membuat pernyataan resmi berisi ucapan selamat kepada Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) atas pengangkatan Gus Yaqut.

Sebagaimana diketahui, PKB adalah anggota CDI yang menonjol perannya di dalam koalisi internasional tersebut sedangkan Gus Yaqut adalah salah seorang Ketua DPP PKB.

CDI memandang pengangkatan Gus Yaqut sebagai wujud sukses Muhaimin Iskandar selaku Ketua Umum PKB dalam memainkan peran politiknya di Indonesia.

“Pengangkatan Mr. Qoumas menunjukkan peran esensial yang dijalankan oleh PKB dalam pemerintahan Presiden Joko Widodo, dan kontribusinya bagi kesentosaan masyarakat Indonesia secara luas," demikian pernyataan tertulis yang ditanda-tangani Presiden CDI, Andres Pastrana, dan Sekjennya, Antonio Isturiz, dikutip Sabtu (30/1/2021).

CDI memandang bahwa pengangkatan Gus Yaqut —salah seorang inisiator Gerakan Global Humanitarian Islam— membangkitkan harapan besar bagi upaya membangun aliansi internasional abad ke-21 untuk mendorong terwujudnya tata dunia atas dasar tertib hukum (rules-based international order) berlandaskan etika universal dan nilai-nilai kemanusiaan, sebagaimana dicanangkan dalam resolusi CDI dalam Pertemuan Komite Eksekutifnya di Yogyakarta pada 23 Januari 2020 yang lalu.

CDI yakin, ini bisa menjadi jalan realisasi bagi tekad yang disampaikan oleh Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar dalam pidatonya di forum tersebut bahwa PKB bertekad untuk memastikan agar Indonesia mengambil peran penuh dalam upaya ini, dan mengusung panji-panji kontribusi Indonesia bagi masa depan kemanusiaan dan peradaban dunia.

Sementara itu, Paul Marshal, seorang Indonesianis asal Amerika, dalam tulisannya yang dimuat di media Peovidence Magazine menyatakan, Yaqut jauh dari sekadar birokrat agama biasa. "Ia dan teman-temannya telah dan senantiasa berjuang keras melawan ekstrimisme," katanya.[okezone.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan