Jokowi Minta BKKBN Buat Kampanye Kekinian untuk Sosialisasi pada Keluarga Muda

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dari pusat hingga desa untuk melakukan strategi melek teknologi dalam penyuluhan. Sebab saat ini kata Jokowi sasaran utama penyuluhan yaitu para keluarga muda yang lebih memiliki karakter digital.

"Semua punya gawai, gadget, semua punya HP dan sering melihat HP. Aktif di media sosial. Oleh karena itu metode komunikasi BKKBN juga harus berubah, harus berkarakter kekinian, penyampaian-penyampaian informasi gunakan media-media yang kekinian. Sehingga sampai pesan itu ke sasaran yang kita inginkan," kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (28/1).

Jokowi juga meminta sosialisasi di lapangan harus diubah. Dengan lebih berkarakter dan membangun ketahanan keluarga secara utuh.

"Paling penting disosialisaikan adalah membangun ketahanan keluarga, membangun ketahanan keluarga secara utuh dalam berbagai bidang baik kesehatan, ekonomi, pendidikan anak, dan kebahagiaan keluarga mulai dari penanganan gizi," ungkap Jokowi.

"Kualitas sanitasi, kualitas lingkungan, akses pendidikan, kesehatan sampai terjaganya sumber-sumber pendapatan. Adalah pilar kesejahteraan dan ketahanan keluarga Indonesia," tambah Jokowi.

Tidak hanya itu, dia juga mengatakan saat ini keluarga muda harus dipersiapkan lebih baik. Sebab pada saat 2035 yaitu akan muncul bonus demografi akan didominasi dengan keluarga-keluarga muda dan produktif.

"Ini yang harus semua kita tahu dan disiapkan betul sehingga saat indonesia muncul yang muncul adalah keluarga-keluarga yang sehat, produktif, keluarga-keluarga yang betul-betul punya kualitas karena di tangan merekalah nasib bayi yang baru lahir dan akan lahir ke depan," ungkap Jokowi.

Tambah Petugas KB di Desa-Desa

Jokowi mengatakan akan menambah para petugas lapangan keluarga berencana di desa-desa. Hal tersebut seiring dengan kapasitas para petugas lapangan keluarga berencana (KB) masih minim.

"Saya dapat informasi dari kepala bahwa petugas penyuluh KB desa dan sub berjumlah 1,2juta, dan penyuluh KB yang PNS 13 ribu, yang petugas lapangan KB yang non PNS 9.600. Tadi dokter Hasto ini minta agar bisa ditambah minta ditambah, saya jawab bisa," kata Jokowi.

Sebab dia menilai yang dibutuhkan saat ini adalah petugas di lapangan yaitu bisa melakukan penyuluhan serta pembinaan kepada masyarakat. Sehingga mewujudkan keluarga yang bahagia dan sejahtera.

"Saya melihat kader-kader penyuluh KB di desa-desa bukan hanya untuk pengendalian kependudukan, tapi juga tujuan besar untuk meningkatkan kualitas keluarga di tingkat kampung dan desa dalam rangka mewujudkan keluarga kecil yang berkualitas, sehat," ungkap Jokowi

Dia mengatakan yang dikerjakan BKKBN sangat strategis yaitu untuk di masa depan bangsa. Sebab dia mengatakan kualitas di Indonesia bisa terlihat dari keluarga.

"Jangan lupa di tengah keluarga akan lahir keluarga yang sehat dan berkualitas," ungkap Jokowi.

Sebelumnya diketahui dalam acara tersebut Kepala BKKB Hasto Wardoyo menyampaikan usulan para petugas KB di desa-desa. Mereka kata dia meminta agar diberikan kemudahan.

"Karena itu mengusulkan bisa diberikan kemudahan baik itu ikut masuk sebagai PNS, maupun tenaga fungsional, maupun sebagai tenaga P3K," kata Hasto.[merdeka.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan