Ketika Panglima TNI Hadi Tjahjanto Menerjang Banjir di Liang Anggang

Pesawat yang ditumpangi Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan rombongan Basarnas tiba di Bandara Syamsuddin Noor Banjarmasin, Kalimantan Selatan , Sabtu (16/1/2021) pukul 09.40 WITA. Mereka disambut Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, Pangdam Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Heri Wiranto, dan Kapolda Kalsel Irjen Pol Rikwanto dan jajarannya.

Selepas coffe break, Panglima TNI bersama Basarnas mendengarkan paparan Komandan Korem 101/Antasari Brigjen TNI Firmansyah terkait situasi dan kondisi umum di wilayah Kalimantan Selatan terkait musibah banjir kali ini. Firmansyah dengan lugas menjelaskan secara rinci kondisi terkini.

Setelah mendengar paparan, Panglima TNI pun meminta TNI, Polri, dan pemeritah daerah untuk terus melaporkan informasi terbaru mengenai bencana banjir di Kalimantan Selatan.

"Pastikan setiap permasalahan yang ada segera dilaporkan dan dicari solusinya. Tujuannya untuk melayani masyarakat yang terkena musibah. Koordinasi dengan pihak terkait dan harus terus di evaluasi," kata Panglima TNI menyambut paparan dari Danrem 101/Antasari.

Panglima TNI menegaskan bahwa pihaknya telah mendirikan posko bencana dan dapur lapangan, menampung dan menyalurkan bantuan kepada masyarakat, serta mendatangkan alat berat untuk membuka akses jalan yang terputus dan juga mendatangkan air bersih dari wilayah yang tidak terdampak.

Usai paparan, Panglima TNI dan rombongan meninjau langsung lokasi banjir di Kecamatan Liang Anggang, Kota Banjarbaru. Tiba di sana masyarakat telah menunggu kedatangan Panglima TNI beserta rombongan.

Antusias cukup besar, bahkan beberapa warga ikut serta Panglima TNI dan rombongan mengecek langsung banjir yang masih menggenangi hingga saat ini.

MNC News Portal mencoba mengarungi banjir yang cukup dalam hingga kurang lebih 30 cm. Sepatu terpaksa dilepas untuk menerjang banjir sembari mendorong perahu karet.

Sejauh mata memandang, hampir semua diselimuti oleh banjir bahkan terlihat seperti hamparan lautan berwana coklat. Salah satu pengungsi, Asran (53) menyebut bahwa banyak rumah warga yang hancur akibat banjir.

"Banyak rumah warga yang hancur," katanya.

Panglima TNI menegaskan bahwa akan terus melanjutkan evakuasi warga dan pencarian terhadap korban hilang bersama Basarnas, Polri, BPBD dan relawan serta melaksanakan koordinasi secara intensif dengan instansi terkait dalam penanganan bencana banjir di Tanah Laut.

"Jika diperlukan helikopter sampaikan, akan kita siapkan," kata Panglima TNI.

Adapun Prajurit yang diterjunkan untuk membantu korban banjir Kalsel sebanyak 1.053 prajurit. Mereka adalah gabungan dari Prajurit Kodam VI/Mulawarman, Yon Ang Air TNI AD, Korps Marinir TNI AL, Korps Paskhas TNI AU dan Prajurit TNI AU.

Panglima TNI turut menyerahkan bantuan berupa 34 perahu karet dengan motor tempel, selimut serta 10.000 paket sembako dari Presiden Republik Indonesia.[sindonews.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan