Menko PMK Disebut Membenarkan Banjir Kalsel karena Eksploitasi Alam

Banjir besar melanda Kalimantan Selatan (Kalsel), yang faktor utamanya disebut karena cuaca ekstrem. Menko PMK Muhadjir Effendy disebut tak memungkiri eksploitasi alam jadi salah satu penyebabnya.

Dalam siaran pers 'Menko PMK: Perlu Koreksi Mendasar Penataan Lingkungan' yang dikutip Jumat (22/1/2021), Muhadjir Effendy menyebut banjir besar yang terjadi di Kalimantan Selatan (Kalsel) merupakan dampak fenomena alam La Nina.

Fenomena anomali cuaca yang kerap menyebabkan bencana hidrometeorologi itu lumrah terjadi di Indonesia. Namun Menko PMK menyebut Kalimantan Selatan termasuk wilayah yang tidak diprediksi akan mengalami dampak La Nina.

"Seingat saya, Kalimantan Selatan adalah termasuk wilayah yang tidak dikira akan menghadapi dampak badai La Nina ini. Tetapi namanya kita boleh meramal, boleh berikhtiar, tapi pada akhirnya Tuhanlah yang maha penentu," ujar Muhadjir di posko pengungsian banjir Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Kota Banjarbaru, Provinsi Kalsel, Kamis (21/1).

Banjir besar yang menggenangi 11 kabupaten dan kota di Kalsel itu merendam kurang-lebih 87.765 rumah warga. Ketinggian air mencapai 2 meter dan menyebabkan 74.863 orang mengungsi. Terdapat pula korban meninggal sebanyak 21 orang. Sarana-prasarana juga banyak yang rusak diakibatkan banjir, seperti jembatan putus, tanggul jebol, jalan Trans-Kalimantan putus, dan banyak pula sekolah dan rumah ibadah yang rusak.

Muhadjir mengatakan banjir Kalsel merupakan pertanda ketahanan lingkungan di Kalimantan Selatan masih lemah. Menurut dia, apabila ketahanan lingkungan kuat, fenomena La Nina tidak akan menyebabkan bencana yang parah. Karena itu, Muhadjir meminta warga Kalsel dan para penentu kebijakan betul-betul melakukan koreksi yang mendasar terhadap masalah penataan lingkungan, termasuk tata guna tanah.

Masih dalam siaran pers Kemenko PMK, Kalimantan disebut memiliki sumber daya alam berupa keanekaragaman hayati dan kandungan mineral di dalam perut buminya. Muhadjir disebut tidak memungkiri kalau eksploitasi alam merupakan salah satu penyebab banjir besar di Kalsel.

"Menko PMK tak memungkiri bahwa eksploitasi alam menjadi salah satu penyebab banjir besar di Kalsel. Pengelolaan alam yang salah dan sembrono, kata dia, menyebabkan timbulnya malapetaka bencana alam," begitu tulis Kemenko PMK.

Mantan Mendikbud itu meminta seluruh pihak mulai dari masyarakat umum, pengusaha, dan pemerintah daerah untuk lebih mencintai alam dan memanfaatkan alam dengan bijaksana. Risiko, lanjut Muhadjir, jangan hanya dihitung jangka pendek, tapi jangka panjangnya, berlaku juga mengenai keuntungan.

"Marilah kita memanfaatkan alam ini dengan cara-cara yang bijak, yang arif, dengan penuh perhitungan manfaat dan risikonya. Jangan sampai ternyata manfaat itu lebih kecil dibanding risikonya," pesan Muhadjir.

"Jangan sampai ada yang mengambil keuntungan terlalu besar (dari lingkungan), sementara sebagian yang lain menanggung risiko terlalu besar," kata Muhadjir mengingatkan.[detik.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan