Panglima TNI Akui Hoaks Hambat Target Vaksinasi Covid-19

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, mengakui berita bohong (hoaks) dan informasi yang menyesatkan menjadi hambatan pemenuhan target pelaksanaan vaksinasi Covid-19. Karenanya, hal ini harus ditangani dengan baik.

"Masifnya informasi menyesatkan terkait vaksinasi menjadi penghambat pemenuhan target 181 juta orang yang akan mendapatkan vaksinasi sampai tahun 2022," kata Hadi dalam webinar 'Vaksin Covid-19 untuk Indonesia Bangkit', Sabtu (30/1/2021).

Untuk mencegah itu, prajurit TNI di satuan kewilayahan juga diterjunkan untuk menyosialisasikan pentingnya vaksin Covid-19. Mereka juga mengedukasi masyarakat melalui komunikasi strategis.

"Ini karena salah satu faktor yang jadi tantangan dalam program vaksinasi ini adalah beredarnya berita bohong atau hoaks, ini juga harus kita tangani dengan baik supaya tidak menyebar," ucapnya.

Selain itu, lanjut Hadi, TNI beserta stakeholder lainnya juga berupaya mencegah euforia negatif masyarakat atas tersedianya vaksin, sehingga mereka mengabaikan protokol kesehatan.

Kata Hadi, meskipun vaksin telah tersedia, masyarakat harus tetap mematuhi protokol kesehatan. Sebab, pelaksanaan vaksinasi ini memerlukan waktu dan kekebalan tubuh yang terbentuk akibat vaksin ini juga memerlukan waktu pula.

"Dengan demikian penerapan disiplin prokes tetap harus menjadi bagian dari kehidupan kita sehari-hari sampai pandemi ini dapat diatasi dan berakhir," tutupnya.[okezone.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan