PDIP Kritik Balik PKS soal Risma Undang Juru Masak Latih Pemulung

PDIP menjawab kritik PKS terkait Mensos Tri Rismaharini yang mendatangkan juru masak profesional untuk melatih pemulung memilik usaha kuliner. PDIP menilai yang dilakukan Risma justru sebetulnya langkah positif.

"Suka-suka mereka (PKS)-lah. Apa pun yang dikerjakan sama Ibu Risma selalu mereka anggap salah," kata Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat saat dihubungi detikcom, Sabtu (30/1/2021).

Djarot mengatakan sebetulnya yang dilakukan Mensos Risma adalah hal yang positif untuk pemberdayaan PMKS. Menurutnya, lebih baik memberikan pancing agar terampil daripada selalu memberi ikan.

"Programnya positif untuk pemberdayaan PMKS. Memberikan bekal keterampilan kepada PMKS lebih mendidik agar bisa mandiri. Bukankah sebaiknya kita memberikan pancing agar daripada selalu memberi ikan," ucap Djarot.

Bukan hanya Djarot, anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PDIP Diah Pitaloka juga menilai langkah Mensos Risma positif bagi yang membutuhkan bantuan. Menurutnya, setiap menteri memiliki pendekatan yang berbeda untuk menerapkan programnya.

"Ya menurut saya, pendekatan seorang menteri ya tergantung pendekatannya karena tiap menteri punya metode-cara kerja masing-masing. Sejauh itu menurut saya positif bagi orang orang yang membutuhkan bantuan sosial atau pemberdayaan sosial, kenapa nggak?" ujarnya.

Diah menyebut Risma memang ingin mengaktifkan kembali balai-balai sosial yang mampu menjangkau orang-orang yang memiliki permasalahan sosial. Salah satu yang dilakukan Risma, kata Diah, adalah memberikan pelatihan agar menjadi berdaya.

"Biarkan saja mereka bekerja. Kecuali kalau dia nggak bekerja, okelah (dikritik), tetapi ini kan masih dia bekerja masih di ranah kerja, lingkup kerja dia, jadi biarkan saja dia bekerja," imbuhnya.

Sebelumnya, PKS menyebut tindakan Risma mendatangkan juru masak demi melatih pemulung membuka usaha kuliner terlalu berlebihan. Risma seharusnya lebih fokus mengurus jutaan orang yang terdaftar keluarga penerima manfaat (KPM) dari Program Keluarga Harapan (PKH).

"Bu Menteri kalau mau mengajari keterampilan baiknya tidak perlu repot-repot cari pemulung, cukup saja para calon graduasi dari KPM PKH yang jumlahnya kalau ambil 20 persen 10 juta KPM PKH," kata Ketua DPP PKS Bukhori Yusuf saat dihubungi, Jumat (29/1/2021).

Bukhori menilai tindakan Risma mendatangkan juru masak bagi para pemulung berlebihan. Seharusnya, kata anggota Komisi VIII DPR RI itu, yang mendapatkan pelatihan terlebih dulu adalah KPM PKH.

"Harusnya yang diberi pelatihan keterampilan terlebih dahulu adalah KPM PKH yang sedang diproyeksikan graduasi yang jumlahnya kalau se-Indonesia 2 jutaan," ucapnya.

Seperti diketahui, Kementerian Sosial menggelar pelatihan keterampilan bagi Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) pemulung yang tinggal di Balai Karya Pangudi Luhur Bekasi. Para pemulung dilatih memasak oleh juru masak profesional.

Pelatihan keterampilan memasak ini didatangkan dari Surabaya Hotel School. Pelatihan memasak digelar enam hari selama 26-31 Januari 2021, yang didampingi oleh 9 instruktur untuk bekal membuka usaha kuliner. Pelatihan ini diikuti 30 peserta dari PPKS maupun unsur balai.

"Kegiatan ini untuk memotivasi penerima manfaat agar mampu mengolah makanan dengan baik dan benar. Nantinya mereka mempunyai bekal yang cukup membuat usaha kuliner secara mandiri," ungkap Menteri Sosial RI Tri Rismaharini di gedung serbaguna Balai Karya Pangudi Luhur Bekasi, Selasa (26/1) dalam keterangan yang diterima detikcom, Jumat (29/1/2021). [detik.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan