Pemerintah: Vaksin COVID-19 Mandiri Akan Diberikan Gratis ke Karyawan

Pemerintah tengah mempersiapkan peraturan mengenai vaksinasi COVID-19 mandiri oleh perusahaan kepada karyawannya. Pemerintah menjelaskan vaksin COVID-19 akan diberikan kepada karyawan secara gratis.

"Terkait dengan persiapan untuk akselerasi vaksin di mana akselerasi melalui program mandiri sedang dipersiapkan regulasinya karena mengatur pembelian oleh sektor-sektor industri tertentu dan itu akan diberikan kepada karyawan secara gratis juga," ujar Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Airlangga Hartarto dalam jumpa pers di YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (21/1/2021).

Pemerintah juga akan mengatur teknis vaksinasi COVID-19 mandiri ini. Sumber vaksin COVID-19 diharapkan berbeda dari vaksin yang sudah disiapkan pemerintah.

"Beberapa hal terkait teknis akan dipersiapkan dan tentu dimintakan agar sumber daripada vaksinnya berbeda dengan vaksin yang gratis," kata Airlangga.

Untuk hal lainnya, akan dilakukan distribusi vaksin COVID-19 sebanyak 1,8 juta dosis ke daerah. Sistem satu data juga akan diintegrasikan.

"Tadi sudah dilaporkan kepada Bapak Presiden bahwa untuk pelayanan kesehatan sampai Februari diharapkan bisa selesai. Kemudian, yang terkait dengan penambahan dosis yang akan didistribusikan sebanyak 1,8 juta pada tanggal 21 Januari, kemudian juga terkait sistem satu data akan terus diintegrasikan," jelas Airlangga.

Pemerintah sudah memulai program vaksinasi COVID-19 secara gratis bagi masyarakat Indonesia. Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun berbicara soal proses vaksinasi mandiri di perusahaan.

Jokowi mengungkapkan, para pengusaha bertanya kepada dirinya soal bisa/tidaknya dilakukan vaksinasi COVID-19 secara mandiri. Mekanisme ini akan diputuskan Jokowi.

"Kemudian ada yang bertanya bagaimana mempercepat lagi? banyak dari perusahaan, para pengusaha menyampaikan 'Pak, bisa nggak kita vaksin mandiri?'. Ini yang baru kita akan putuskan," kata Jokowi dalam peresmian pembukaan Kompas100 CEO Forum Tahun 2021, Kamis (21/1).

Alasannya, kata Jokowi, vaksinasi COVID-19 perlu dilakukan secepatnya agar merata diterima masyarakat. Jokowi tidak mempermasalahkan apabila perusahaan siap menanggung vaksinasi COVID-19 bagi pegawainya.

"Karena apa? Kita perlu mempercepat, perlu sebanyak-banyaknya apalagi biaya ditanggung oleh perusahaan sendiri, kenapa tidak. Tetapi sekali lagi, harus kita kelola isu ini dengan baik. Mungkin bisa diberikan asal merek vaksinnya berbeda, untuk tempat vaksin juga berbeda bisa dilakukan," kata Jokowi.[detik.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan