Sukses Tidaknya PJJ Tergantung Orang Tua, Ini Saran Nadiem ke Guru

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim menekankan partisipasi orang tua mempengaruhi sukses tidaknya program pembelajaran jarak jauh (PJJ). Nadiem berpesan kepada para guru agar mensosialisasikan peran orang tua dalam program PJJ.

"Mengenai partisipasi orang tua, Bu, ini merupakan suatu hal yang sangat penting. Kalau saya melihat sekarang, observasi dari riset yang saya lakukan, yang membedakan PJJ sukses apa tidak itu sebenarnya orang tua," kata Nadiem, dalam webinar yang disiarkan di kanal YouTube FMB9ID_IKP, Jumat (22/1/2021).

"Jadi anak-anak yang orang tuanya itu telaten, yang orang tuanya mendampingi anaknya di masa itu, pembelajaran itu masih terjadi di anaknya," imbuhnya.

Namun, Nadiem mengakui kesulitan mengatur orang tua murid karena bukan kewenangannya. Karena itu, dia menyebut yang harus dipastikan adalah para orang tua memberikan pendampingan terhadap anaknya dalam menjalankan PJJ.

"Pasti ibu sebagai guru langsung setuju. Jadi kuncinya itu orang tuanya. Ini yang sulit, karena orang tua itu bukan bagian dari kementerian kita. Jadi yang kita harus lakukan bersama untuk membuktikan bahwa benar-benar berdampak, pendampingan orang tua itu dampaknya luar biasa di masa PJJ ini," terang Nadiem.

Untuk memastikan para orang tua memberikan pendampingan, Nadiem menganjurkan para guru menggelar webinar. Dalam webinar itulah guru-guru bisa mensosialisasikan betapa pentingnya peran orang tua dalam menyukseskan program PJJ.

"Jadinya saya menganjurkan semua guru itu melakukan, kalau bisa melakukan webinar-webinar sama orang tua. Buat konferensi buat menjelaskan, 'Mas Menteri menjelaskan bahwa tanpa orang tua ya PJJ ini nggak mungkin sukses. Jadi terserah kamu. Kamu mau anak kamu belajar apa tidak? Ya harus didampingi. Nggak perlu menguasai materi, tapi didukung secara emosional, ditanyakan hari ini belajar apa, didampingi, dipastikan penggunaan gadget-nya itu terkontrol'. Ya toh, ya kan," papar Nadiem sambil memberi contoh pernyataan yang bisa disampaikan kepada orang tua murid.

"Jadinya, ini adalah suatu hal yang saya harus menganjurkan semua guru untuk melakukan sosialisasi kepada orang tua bahwa Anda adalah, kuncinya itu ada di Anda. Kalau Anda tidak mendampingi anak, itu nggak bisa setiap kali zoom melihat 30 anak dalam satu zoom itu susah buat saya. Kalau mereka satunya pergi main YouTube, satunya pergi keluar rumah main-main, guru itu tidak bisa memonitor semuanya, mengontrol. Jadinya peran orang tua itu adalah krusial dan itu yang akan kita gongkan di Kemendikbud, tetapi guru-guru harus berani menyebut ini langsung kepada orang tuanya juga, dan juga para kepala sekolah," sambung dia. 

Diberitakan sebelumnya, Mendikbud Nadiem Makarim menganjurkan daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terpencil) menggelar kegiatan belajar tatap muka guna mencegah siswa kehilangan kemampuan dan pengalaman belajar (lost of learning). Nadiem menjelaskan keputusan membuka sekolah tatap muka atau tidak merupakan kewenangan pemerintah daerah.

"Jadinya untuk bisa mengakselerasi keputusan ini, biar banyak sekali daerah-daerah yang mungkin susah sekali melaksanakan PJJ, kita memberikan hak kembali kepada pemda. Tapi tentunya dengan persetujuan kepala sekolah dan komite sekolah," terang Nadiem.

"Jadi sekarang semua pemda di level kabupaten dan provinsi punya hak untuk membuka tatap muka sekolah, walaupun zonanya di mana pun. Jadi mereka mengambil diskresi mana area-area yang mungkin relatif lebih aman dari sisi COVID-19, tapi juga daerah-daerah yang relatif sangat sulit melaksanakan PJJ," imbuhnya. [detik.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan