Dilantik Jadi Ketua Dewas BPJS Kesehatan, Yurianto: Kami Terbuka untuk Kritik dan Saran

Ketua Dewan Pengawas Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, Achmad Yurianto mengatakan, pihaknya membuka ruang bagi masyarakat untuk memberikan kritik dan saran atas kinerja badan penyelenggara jaminan kesehatan itu ke depannya.

Menurut Yurianto, tugas BPJS Kesehatan ke depan akan semakin berat.

"Kami mohon doa restu dari seluruh masyarakat sekalian dan kami terbuka untuk mendapatkan masukan, kritik dan saran agar pekerjaan kami ke depan jadi lebih baik," ujar Yurianto dalam keterangan pers virtual melalui YouTube Sekretariat Presiden, Senin (22/2/2021).

"Tantangan yang kita hadapi ke depan tidak semakin ringan, tantangan yang kita hadapi semakin kompleks," lanjutnya.

Hal itu bukan hanya disebabkan oleh pandemi Covid-19, tetapi persoalan mendasar kesehatan di Indonesia yang memang banyak yang perlu dibenahi.

Mantan Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 itu pun menyatakan, pihaknya akan melanjutkan apa yang telah dilaksanakan oleh pengurus sebelumnya.

"Tentunya dengan bekerja lebih keras lagi," tegas Yurianto.

"Tugas berat tentunya harus segera kami jalankan. Karena BPJS Kesehatan ini adalah bagian dan upaya pemerintah untuk membangun sistem kesehatan, membangun kesehatan secara nasional," tambahnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo resmi melantik Dewan Pengawas BPJS Kesehatan pada Senin (22/2/2021) siang.

Pelantikan itu sesuai Keputusan Presiden Nomor 37P Tahun 2021 tentang Pengangkatan Dewan Pengawas dan Direksi BPJS Kesehatan Masa Jabatan 2021-2026.

"Dengan rahmat Tuhan Yang Maha Esa menimbang, mengingat, memutuskan dan menetapkan dalam keanggotaan Dewan Pengawas BPJS Kesehatan masa jabatan 2021-2026," ujar Deputi Bidang Administrasi Aparatur Kementerian Sektretariat Negara, Nanik Purwanti saat membacakan surat keputusan sebagaimana disiarkan YouTube Sekretariat Negara.

Nanik membacakan, susunan Dewan Pengawas BPJS Kesehatan adalah sebagai berikut :

Ketua: Achmad Yurianto

Anggota:

1. Regina Maria Wiwieng (dari unsur pemerintah)

2. Indra Yana (dari unsur pekerja)

3. Siruaya Utamawan (dari unsur pekerja).

4. Iftida Yasar (dari unsur pemberi kerja).

5. Inda Deryanne Hasan (dari unsur pemberi kerja).

6. Ibnu Naser Arrohimi (dari unsur masyarakat).

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan