Mendes PDTT Tanggapi Harapan Transmigran di Aceh Utara soal Jalan Aspal

Warga transmigran di Buket Hagu, Aceh Utara, menginginkan jalan aspal karena selama ini mereka harus melalui jalan berkubang lumpur untuk bepergian. Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar menanggapi harapan warga transmigran di Buket Hagu.

"Kita akan cek level jalannya," kata Mendes PDTT Halim Iskandar kepada detikcom, Rabu (11/2/2021).

Terlebih dahulu dia akan memastikan apakah jalan itu tergolong jalan level nasional, jalan provinsi, atau jalan kabupaten. Jalan itu adalah akses Lhoksukon (ibu kota Kabupaten Aceh Utara) menuju Buket Hagu.

"Kalau level daerah, akan kita komunikasikan intensif dengan kabupaten atau provinsi," kata Halim.

Meski jalan itu bukan jalan nasional, Mendes PDTT tetap akan mendorong pembangunan jalan itu supaya menjadi aspal. Kemendes PDTT juga akan berkomunikasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

"Jika harus ditangani pusat, segera kita koordinasikan dengan Kementerian PUPR," kata dia.

Warga di Buket Hagu adalah warga transmigran yang datang dari Pulau Jawa ke lokasi sejak 1977 atau era Presiden Soeharto. Pada 2021 ini, pemerintah pusat akan memperhatikan kehidupan kaum transmigran supaya lebih baik.

"Saat ini kita memang sedang melakukan upaya revitalisasi kawasan transmigrasi," kata Halim.

Jalan ke Buket Hagu, Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara, tersorot sejak pertengahan Januari lalu. Saat musim hujan, jalanan berubah menjadi kubangan lumpur. Kini jalan memang sudah diperkeras dengan bebatuan, namun jalan bakal berubah lagi menjadi kubangan lumpur bila hujan deras kembali mengguyur.

Kepala Desa (Keuchik) Buket Hagu bernama Symsul Arifin berharap jalan menuju Buket Hagu diaspal. Soalnya, jalanan yang dibuka sejak era Soeharto itu belum pernah diaspal, kecuali hanya sebagian ruas jalan dekat Lhoksukon.

"Kami jangan dianaktirikanlah. Tolong lirik kami di sini," kata Syamsul Arifin selaku Kepala Desa Buket Hagu, Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara, kepada detikcom, Jumat (5/2).

Arifin menjelaskan panjang jalan dari Lhoksukon menuju Buket Hagu adalah 15 km. Sepanjang 6 km dari jalan itu belum diaspal alias berupa jalan berlumpur bila diguyur hujan.

"Desa kami dari zaman Soeharto pun belum pernah tersentuh aspal. Dari dulu sampai sekarang jalannya lumpur," kata Arifin.[detik.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan