Menteri ATR Sebut Sertifikat Tanah Elektronik Aman, Ini Alasannya

Sertifikat tanah elektronik akan menggunakan sistem pengaman berlapis. Menteri Agraria Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sofyan Djalil mengatakan, sertifikat elektronik tersebut dijamin keamanannya.

Dia mengatakan, sertifikat elektronik ini akan menggunakan standar yang ditetapkan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Kemudian, pihaknya akan mengikuti standar yang ditetapkan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo)

"Kita ikut standar yang ditetapkan BSSN. Kita ikuti standar yang dikeluarkan Kominfo. Kita juga akan ISO khusus standar keselamatan IT," kata Sofyan Djalil dalam webinar bertajuk 'Sertifikat Tanah Elektronik, Bagaimana Penerapannya?', Senin (8/2/2021).

Dengan pengaman berlapis itu, dia mengatakan sertifikat tanah elektronik ini aman.

"Jadi sebenarnya dari segi keamanan reliability jauh-jauh lebih aman. Kemudian proteksi yang berlapis-lapis," jamin Sofyan Djalil.

Sofyan pun bercerita, dulu masyarakat yang membuka rekening bank akan mendapat buku tabungan. Namun, sekarang buku tabungan ini tak digunakan lagi.

Berkaca dari itu, dia bilang, sertifikat tanah elektronik aman.

"Dokumen elektronik sebenarnya cukup aman, cuma saya nggak bisa meyakinkan kalau bapak-bapak atau masyarakat yang belum familiar masalah itu," tambahnya.[detik.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan