PD Protes Surat AHY Tak Dijawab, Eks TKN: Bisa Saja Mensesneg Tak Komentar

Eks juru bicara TKN Jokowi-Ma'ruf, Arsul Sani menanggapi protes PD terkait Istana yang enggan menjawab surat Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Arsul menilai keterangan Mesesneg Pratikno merupakan apresiasi karena bisa saja Istana tidak memberikan komentar apapun.

"Apa yang sudah disampaikan oleh Mensesneg Pratikno bisa sudah merupakan respon Istana terhadap persoalan PD. Ini sudah cukup merupakan apresiasi terhadap PD, karena sebetulnya bisa saja Mensesneg pun tidak berkomentar," ujar Arsul kepada wartawan, Sabtu (6/2/2021).

Arsul menilai seharusnya PD memahami sikap Istana dalam menyikapi konflik internal partai politik (parpol). Menurutnya, di era Eks Ketum PD Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat menjabat sebagai Presiden RI, pihak Istana terkesan enggan untuk dilibatkan saat terjadi konflik internal parpol ataupun ormas.

"Seyogianya PD paham tentang kebiasaan Istana menyikapi situasi internal parpol yang bergolak. Dulu zaman Pak SBY 10 tahun jadi Presiden malah setiap ada perselisihan internal parpol atau ormas besar ada ungkapan di lingkungan internal Istana 'lihat..., mereka yang ribut, terus kita yang disalahkan'. Dan kemudian tidak ada pejabat yang akan menjawab tuduhan terkait keterlibatan Istana,". ujarnya.

Arsul berharap PD dapat menyelesaikan isu kudeta dan dugaan keterlibatan Kepala KSP Moeldoko secara pribadi. Ia meminta Istana tidak dilibatkan dalam kisruh kudeta PD itu.

"Dengan keterangan Mensesneg tersebut maka soal interaksi antara elemen-elemen PD dengan Moeldoko adalah dalam kapasitas Moeldoko pribadi sehingga seyogianya disikapi terhadap pribadi Moeldoko dan tidak menarik-narik Istana dengan bungkus apapun seperti minta klarifikasi dan sebagainya," ujar Waketum PPP itu.

Diberitakan sebelumnya, PD memprotes sikap Istana karena enggan menjawab surat Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) terkait isu 'kudeta' Partai Demokrat (PD) karena urusan internal partai. PD bersikeras menganggap ada keterlibatan eksternal, yakni Kepala KSP Moeldoko.

"Berikut ini akan kami sampaikan alasan kami mengapa gerakan itu bukan hanya masalah internal Partai Demokrat. Fakta menunjukkan bahwa yang melakukan gerakan pengambilalihan Partai Demokrat, GPKPD, bukan hanya segelintir kader dan eks kader PD tapi benar-benar melibatkan pihak eksternal dalam hal ini paling tidak KSP Moeldoko," kata Sekjen PD Teuku Riefky Harsya dalam keterangannya, Jumat (5/2).

Menurut Riefky, Moeldoko aktif dalam gerakan upaya kudeta PD. Karena itulah Riefky tak terima Istana enggan menjawab surat AHY karena alasan isu kudeta merupakan masalah internal partai.

"Jadi sangat jelas bahwa GPKPD bukanlah hanya gerakan internal partai atau hanya masalah internal partai semata," tegas Riefky. [detik.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan