PDIP Minta Demokrat Tak Bawa-bawa Jokowi di Isu Kudeta AHY

Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat meminta agar isu pengambilalihan tampuk kepemimpinan Partai Demokrat tak dikaitkan dengan Presiden Joko Widodo. Ia menegaskan bahwa persoalan tersebut merupakan masalah internal Partai Demokrat

"Itu urusan internal Partai Demokrat. Kami enggak ikut-ikut. Jangan selalu dikaitkan dengan pak Jokowi dengan seperti ini. Apalagi kemarin pak Moeldoko sudah beri statemen bahwa enggak ada kaitannya dengan pak Jokowi. Ini murni internal," kata Djarot dalam program CNNIndonesia TV, Selasa (2/2) malam.

Djarot mengklaim Jokowi tak memiliki kaitan atas peristiwa tersebut. Ia lantas berpesan kepada pihak-pihak di Partai Demokrat agar tak terlalu bawa perasaan (baper) hingga mengarahkan tudingan persoalan tersebut ke Jokowi.

"Dikit-dikit pak Jokowi. Saya enggak tau bagaimana respons pak Jokowi. Saya yakin beliau senyum-senyum aja. Ini apa-apaan toh. Kalau pak Moeldoko ya ke pak Moeldoko," kata dia.

Selain itu, Djarot juga menyinggung terkait jam terbang seseorang dalam mengendalikan persoalan semacam ini. Ia menegaskan bila partainya kuat dan solid, maka tak perlu khawatir dengan terpaan dugaan intervensi semacam ini.

Ia lantas mencontohkan bila parpol pendahulu PDIP, PDI sempat mengalami tekanan luar biasa dari rezim Orde Baru ketika berkuasa beberapa puluh tahun silam. Meski demikian, Djarot menegaskan PDIP bisa menghadapi dan tetap solid sampai saat ini.

"Kita bisa selesaikan dengan baik masalah konsolidasi internal tanpa harus dan curhat dan menyalahkan pihak-pihak tertentu. Kalau menyangkut hukum selesaikan secara hukum," kata Djarot.

Diketahui, Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menduga ada manuver politik dilakukan pejabat lingkaran kekuasaan Jokowi untuk kudeta kepemimpinan Partai Demokrat secara inkonstitusional.

Menurutnya, ada beberapa pihak yang berstatus sebagai kader, eks kader, hingga pejabat pemerintah yang diduga pelaku kudeta tersebut. Politikus Partai Demokrat Andi Arief menuding salah satu pejabat yang menjadi pelakunya adalah Moeldoko.

Moeldoko sendiri sudah angkat suara mengenai tudingan tersebut. Ia membantah tudingan jika ia merancang aksi kudeta kepemimpinan AHY di Demokrat. [cnnindonesia.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan