Pesan Sri Mulyani ke 1.521 PNS Baru Kemenkeu: Jadilah from Zero to Hero

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memberikan ucapan selamat dan apresiasi atas bergabungnya 1.521 orang PNS Kementerian Keuangan baru baik dari penerimaan CPNS 2019 maupun dari lulusan PKN STAN 2020.

Sri Mulyani berpesan agar para CPNS dapat menjalankan tugasnya untuk mengabdi kepada negara dengan baik. Dirinya bilang, masuknya para CPNS merupakan perjalanan dari zero to hero.

"Jadi from zero to hero, itu menggambarkan untuk mencapai level zero saja, Anda harus mencapai perjuangan yang luar biasa. Anda boleh berbangga, namun jangan lupa, Anda masih di level zero," katanya dalam Orientasi Calon ASN Kemenkeu, Rabu (17/2/2021).

Menkeu menjelaskan, 'zero' yang dimaksud ialah ketika seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) masih bekerja dalam arahan dan pengawasan dari yang lebih berpengalaman, serta masih belajar untuk memahami tugasnya.

Sementara ketika sudah mencapai level 'hero', maka ASN menjadi profesional yang membantu negara dengan ide, gagasan dan kontribusinya di instansi tempatnya bernaung.

Menjadi 'hero' juga tidak mudah karena melewati beragam rintangan. Bahkan, kata Menkeu, rintangan itu yang bisa mempengaruhi orientasi karir PNS ke depannya.

"Saya harap pada saat Anda di line start, anda sudah punya kompas, penunjuk jalan, sehingga dalam perjalanan karir Anda nanti nggak tersesat, tidak disoriented dan bahkan yang parah, Anda bahkan bisa jadi villain (musuh) dari tujuan kita semua," tandasnya.

Oleh karenanya, Menkeu ingin agar seluruh PNS dapat membenahi maksud, niat dan kemampuan mereka agar dapat fokus hanya untuk mengabdi kepada negara.

Sri Mulyani Yakin Keberadaan LPI Mampu Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi

Pemerintah optimis kehadiran Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau Indonesia Investment Authority (INA) di Tanah Air bakal mendorong laju pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun ini. Ekonomi domestik sendiri pada 2021 ditargetkan bisa tumbuh mencapai sekitar 5 persenan.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengatakan, LPI menjadi salah satu instrumen dan kebijakan pemerintah yang digunakan untuk memulihkan perekonomian nasional akibat dampak dari pandemi Covid-19. Sebab, itu dia berharap kehadiran LPI target pertumbuhan ekonomi nasional bisa terealisasi.

"Dan kita berharap tahun ini, 2021 pertumbuhan ekonomi bisa kembali pada kisaran 4,3-5,5 persen," kata dia dalam konferensi pers di Istana Negara, Jakarta, Selasa (16/2/2021).

Dia mengatakan, jika dilihat dari sisi komposisi, maka kerja keras di sisi Covid merupakan prasyarat, untuk pulih. Makanya pemerintah saat ini tetap harus menjaga agar Covid-19 bisa dikendalikan.

Dari sisi strategi, APBN akan menggunakan seluruh instrumen belanja dan penerimaan atau below the line untuk penyertaan modal negara.

Di mana, LPI sendiri dibentuk dengan PMN APBN secara tunai Rp 15 triliun pada tahun ini dan Rp 15 triliun tahun lalu. Sementara sisanya akan ditutupi dari inbreng saham-saham BUMN.

Secara kuantifikasinya, LPI Rp 75 triliun dibandingkan APBN yang hampir Rp 2.750 triliun atau dengan program PEN lebih dari Rp 660 triliun memang sangat jauh.

Namun dikatakan bisa dilihat dari sisi proporsionalitasnya. Artinya SWF ini komplementer yang melengkapi berbagai instrumen atau kebijakan yang sudah ada. "Bagaimana INA bekerja, makanya kita hire BOD-nya," tegas Sri Mulyani.[liputan6.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan