Prabowo Minta Kader Gerindra Tak Bikin Gaduh di Tengah Kesulitan karena Corona

Partai Gerindra resmi menginjak usia 13 Tahun. Ketua Umum Prabowo Subianto mengingatkan sejumlah capaian dan apa yang tak boleh dilakukan kader Gerindra di tengah kesulitan karena pandemi COVID-19. 

Salah satunya menurut Prabowo, tak boleh ada kader Gerindra yang timbulkan kegaduhan di tengah pandemi.

"Jangan ada kader kita yang justru di tengah kesulitan bangsa kita memperparah dengan menimbulkan isu-isu atau kegaduhan-kegaduhan yang tidak perlu saudara-saudara sekalian," kata Prabowo dalam Pidatonya, Senin (8/2)

Sebab, menurut Prabowo, Indonesia sudah mengalami kesulitan yang sangat banyak, terutama karena pandemi COVID-19 yang berdampak parah ke perekonomian.

"Untuk itu saya minta seluruh keluarga besar Gerindra semakin kompak, semakin bersatu, semakin utuh, semakin percaya diri, semakin percaya kepada pimpinan, mari Gerindra menjadi salah satu kekuatan yang membantu penyelesaian masalah-masalah bangsa," ajak Prabowo.

Lebih lanjut, Prabowo mengaku optimis melihat masa depan, namun di satu sisi ia menekankan kader Gerindra juga harus tetap waspada, tak boleh lupa diri dan besar kepala.

"Semakin diberi kepercayaan semakin kita rendah hati, ingat ilmu nenek moyang kita. Ilmu pendekar, ilmu padi, semakin berisi semakin menunduk, rendah hati ciri khas seorang pendekar, bukan rendah diri, berani tapi rendah hati, setia rendah hati. Teguh rendah hati," ujar Prabowo.

Gerindra didirikan 6 Februari 2008, di Pemilu 2009, Gerindra langsung bisa masuk ke Parlemen. Kini, Gerindra bahkan menjadi Partai tiga besar peraih kursi terbanyak di Senayan. 2 Pos menteri di Kabinet Jokowi-Ma'ruf Amin diisi kader Gerindra.[kumparan.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan