Setelah 44 Tahun Mati, Stasiun Kereta Tua di Padang Hidup Kembali, Layani Rute Bandara-Pulau Air

Setelah mati selama 44 tahun, Stasiun Pulau Air Padang, Sumatera Barat (Sumbar), kembali beroperasi. Stasiun tertua di Ranah Minang itu, melayani rute Bandara Internasional Minangkabau-Pulau Air.

"Hari ini stasiun ini beroperasi kembali. Kereta Minangkabau Ekspress yang semula melayani rute Bandara Internasional Minangkabau (BIM)-Padang diperpanjang jadi BIM-Pulau Air," kata Kepala Humas PT KAI Divre II Sumbar, Ujang Rusen Permana, Kamis (11/2/2021).

Ujan menambahkan, pengaktifan kembali stasiun itu memiliki nilai strategis karena akan memberikan kemudahan bagi wisatawan yang mendarat di BIM untuk mengakses beberapa titik wisata unggulan Kota Padang.

"Destinasi seperti Kota Tua dan Marina di Pelabuhan Muaro serta Pantai Padang sangat dekat dengan stasiun sehingga mudah diakses," kata dia.

Menrurutnya, beberapa hotel berbintang juga berada tidak jauh dari lokasi stasiun sehingga memudahkan wisatawan yang akan menuju BIM tanpa harus khawatir dengan kemacetan.

"Wisatawan yang ingin pergi surving ke Mentawai juga makin dekat mengakses kapal di Pelabuhan Muaro," katanya.

Ujang mengatakan, akan ada enam keberangkatan Kereta Minangkabau Ekspress setiap hari melalui Stasiun Pulau Air menuju BIM yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat.

Tarif yang ditetapkan Rp10.000 jika tujuan akhir adalah BIM. Sementara jika tujuan akhir stasiun sebelum BIM, maka tarif hanya Rp5.000.

Sebelumnya Kementerian Perhubungan melalui Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Sumatera Bagian Barat menyelesaikan reaktivasi jalur kereta api dari Padang ke Pulau Air dengan jalur kurang lebih 2,7 kmsp.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan