Setelah Bendungan Tukul, 3 Lainnya Bakal Diresmikan Pekan Depan

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memastikan, setelah Bendungan Tukul di Pacitan, Jawa Timur, ada tiga bendungan lagi yang telah rampung konstruksinya dan siap diresmikan pada pekan depan.

Ketiga bendungan tersebut yaitu Bendungan Napun Gete di Kabupaten Sikka Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Bendungan Tapin di Provinsi Kalimantan Selatan, dan Bendungan Sindangheula di Provinsi Banten.

"Minggu depan ini kita akan resmikan lagi Bendungan Napun Gete di NTT, Bendungan Tapin di Kalimantan Selatan, dan Bendungan Sindang heula di provinsi Banten," kata Jokowi saat peresmian Bendungan Tukul di Pacitan, Jawa Timur, Minggu (14/02/2021).

Keberadaan bendungan di suatu wilayah memiliki peran yang sangat penting bagi masyarakat sebagai sumber air irigasi untuk mengairi lahan sawah, sekaligus dapat mendorong produktivitas petani di kawasan tersebut.

Dia mencontohkan, Bendungan Tukul yang baru saja diresmikan Minggu (14/02/2021), memiliki kapasitas tampung 8,7 juta meter kubik air dan memberikan manfaat air yang sangat besar bagi 600 hektar sawah.

Selain itu, manfaat lain dari dibangunnya bendungan yaitu dapat meningkatkan indeks pertanaman petani setiap tahunnya, dan sebagai pengendali banjir.

Adapun Bendungan Napun Gete memiliki kapasitas tampung 11,22 juta meter kubik dengan luas genangan 99,78 hektare (ha).

Bendungan ini juga mampu menyediakan air baku di Kabupaten Sikka sebanyak 214 liter per detik, lalu berfungsi sebagai pengendali banjir sebanyak 219 m3/detik dan memiliki potensi pembangkit tenaga listrik 0,71 megawatt.

Pembangunan Napun Gete menggunakan biaya APBN sebesar Rp 880 miliar yang dilaksanakan kontraktor PT Nindya Karya dengan masa pelaksanaan sejak Januari 2017.

Selama masa pandemi Covid-19, pekerjaan pembangunan bendungan tidak dihentikan untuk menjaga kesinambungan roda perekonomian, terutama penyediaan lapangan kerja bagi kontraktor, konsultan, dan tenaga kerja konstruksi serta kegiatan yang mengikutinya.

Selanjutnya, Bendungan Tapin di Kalimantan Selatan memiliki kapasitas tampung sebesar 70,52 juta hektar kubik.

Bendungan ini dapat memberikan layanan irigasi di Kabupaten Tapin seluas 5.462 hektar lahan irigasi.

Selain itu, bendungan ini juga dapat menyediakan air baku untuk wilayah Rantau sebagai Ibu Kota Kabupaten Tapin sebanyak 500 liter per detik dan mereduksi banjir 107 meter kubik per detik.

Kehadiran bendungan ini berfungsi sebagai konservasi air, destinasi wisata dikawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) dan potensi listrik untuk pembangkit listrik tenaga air (PLTA) sebesar 3,30 Megawatt (MW).

Pembangunan Bendungan Tapin telah dimulai sejak 2015 dengan biaya sebesar Rp1,058 trilun.

Terakhir Bendungan Sindangheula di Banten memiliki kapasitas tampung mencapai 9,26 juta meter kubik dengan biaya APBN sebesar Rp485 miliar.

Bendungan ini mampu mengairi lahan sawah seluas 748 hektar dan dapat mengurangi debit banjir sebesar 50 meter kubik per detik dan sekaligus dapat menyediakan pasokan air baku sebesar 0,80 meter kubik per detik.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan