Soal Megawati Kecolongan 2 Kali, Pengamat Sebut SBY Perlu Klarifikasi

Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dinilai perlu mengklarifikasi pengakuan mantan Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Marzuki Alie dalam sebuah diskusi di Channel YouTube Akbar Faizal Uncensored yang diunggah pada Kamis 11 Februari 2021. Marzuki Alie mengungkap SBY menyebut Megawati Soekarnoputri yang kala itu masih menjadi presiden, kecolongan dua kali terkait pencapresan SBY.

"SBY perlu mengklarifikasi. Agar tak menjadi isu yang akan menyudutkannya. Dan agar tak menjadi bola liar," ujar Direktur Indonesia Political Review Ujang Komarudin kepada SINDOnews, Senin (15/2/2021).

Dia menilai pengakuan Marzuki Alie itu merupakan bentuk kekecewaan kepada SBY karena ikut dituduh sebagai pihak yang berupaya melakukan kudeta kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Partai Demokrat. "Salah satu untuk mengungkapkan kekesalannya tersebut, menceritakan memori masa lalu tentang SBY," ujar Ujang, pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) ini.

Diketahui, dalam diskusi dengan Akbar Faizal itu, Marzuki Alie mengungkapkan SBY pernah menyampaikan bahwa Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri dua kali kecolongan. "Soal Megawati kecolongan dua kali itu, dalam komunikasi politik, MA tak mau kalah. Ingin imbang dan ingin nol-nol dalam menghadapi isu kudeta yang mengarah pada dirinya," pungkas Ujang.

Sebelumnya, Marzuki Alie mengungkapkan pernah melakukan pertemuan empat mata dengan ayah Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) itu. Pertemuan itu berlangsung di Hotel Sheraton Bandara dan disaksikan oleh Mantan Ketua Umum Partai Demokrat Hadi Utomo.

"2004 setelah lolos Pemilu Legislatif dapat 7 sekian persen itu saya ketemu SBY empat mata juga," ujar Marzuki Alie dalam diskusi itu.

Marzuki awalnya mengira bakal ada rapat dengan SBY. Sebab, ruangan pertemuannya terdapat banyak buku kecil dan pensil. "Pak SBY menyampaikan Pak Marzuki saya akan berpasangan dengan Pak JK. Ini Bu Mega akan kecolongan dua kali ini. Kecolongan pertama dia yang pindah. Kecolongan kedua dia (SBY) ambil Pak JK. Itu kalimatnya," ungkap Marzuki Alie.[sindonews.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan