Tolak Pakai Perahu Karet, Risma yang Bersepatu Bot Pink Pilih Jalan Temui Korban Banjir Demak

Langkah kaki Menteri Sosial Tri Rismaharini dan rombongannya menerobos genangan banjir di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Jumat (12/2/2021).

Saat itu, Risma yang mengenakan sepatu bot warna pink menolak ketika hendak dinaikkan ke perahu karet.

Risma memilih berjalan kaki menemui langsung para korban banjir di Demak dari rumah ke rumah.

Sembari melangkah, ia menyerahkan bingkisan bagi anak-anak serta lansia korban banjir.

Tak lama kemudian, Risma melihat seorang lelaki lanjut usia duduk di sudut rumahnya yang terendam air setinggi 50 sentimeter.

"Saya mau menyerahkan (bingkisan) ke lansia. Itu yang duduk di sana," kata Risma.

Dikejar warga hingga tak dikenali

Mengetahui datangnya bantuan, sejumlah warga mengejar rombongan Risma. Tak terkecuali Mukarom (58).

Namun ternyata Mukarom tak mengetahui jika rombongan tersebut ialah rombongan Menteri Sosial.

Ia pun tampak terkejut usai diberi tahu.

"Lhoo laah, saya tidak tahu kalau itu Bu Menteri. Tahunya ya ibu-ibu orang biasa," kata dia.

Beri bantuan hingga pantau dapur umum

Kedatangan Risma pada Jumat (13/2/2021) siang itu untuk memastikan para korban banjir di Demak mendapatkan penanganan dengan baik.

Risma sempat berkunjung langsung melihat warga terdampak banjir di Dukuh Dempel, Desa Kalisari, Kecamatan Sayung, Demak.

Tak hanya itu, ia juga memantau dapur umum serta ketersediaan logistik.

Dalam kesempatan itu, Risma menyalurkan bantuan senilai total Rp 252.764.600,00.

Bantuan tersebut diwujudkan dalam paket-paket makanan siap saji, makanan balita, selimut, matras, kasur hingga perlengkapan anak.

Banjir demak lebih dari sepekan, kerugian miliaran

Banjir terjadi di Kabupaten Demak, Jawa Tengah sejak Sabtu (6/2/2021).

Hingga kini lebih dari sepekan banjir melanda wilayah tersbut.

Sampai dengan Jumat (12/2/2021), masih ada tiga kecamatan yang terdampak banjir.

Adapun jumlah warga yang terdampak mencapai 35.885 jiwa.

Banjir tak hanya menggenangi rumah penduduk dan fasilitas umum. Ratusan hektar sawah dan tambak milik warga pun terdampak bencana ini.

Akibatnya, warga mengalami kerugian hingga miliaran rupiah.

"Total kerusakan dan kerugian diperkirakan mencapai Rp 2,1 miliar," kata Kepala Pelaksana BPBD Demak, Agus Nugroho. [kompas.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan