Menhub & Gibran Bahas Rel Layang Joglo, Ini Hasilnya

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menggelar rapat virtual dengan Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka terkait percepatan proyek rel layang Joglo. Mulai hari ini, Pemkot Solo melakukan sosialisasi terkait pembebasan lahan yang melibatkan tanah warga.

Gibran mengatakan pemkot sebetulnya sudah lama melakukan sosialisasi terkait penanganan Palang Joglo. Namun baru kali ini pemerintah pusat memberi kepastian akan segera membangun rel layang.

"Hari ini mulai sosialisasi, saya koordinasikan dengan lurah dan camat. Sebetulnya kan sudah lama sosialisasi, tapi dulu belum fix mau dibuat flyover atau apa. Tapi sekarang Pak Budi Karya sudah memastikan elevated rail," kata Gibran di sela-sela kegiatannya, Kamis (4/3/2021).

Terkait luas lahan yang terdampak, Gibran mengatakan masih harus mendetailkan. Namun diperkirakan ada sekitar 15.000 meter persegi lahan atau sekitar 400 KK yang terdampak.

"Nanti Senin kita kembali detailkan teknisnya," ujar Gibran.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Solo, Endah Sitaresmi, mengatakan masih harus menunggu penetapan lokasi (penlok). Sementara saat ini dia mengaku masih belum mendapatkan desain dari pemerintah pusat.

"Belum tahu mana saja yang terdampak, masih harus penlok dulu. Saya masih belum mendapatkan gambarnya. Nanti kalau sudah dapat akan kita cocokkan dengan gambar kita," kata Sita, sapaannya.

Diberitakan sebelumnya, proyek rel layang diperkirakan bakal dimulai pada Juli 2021. Pembiayaan rel layang akan menggunakan APBN. Proyek tersebut dibangun untuk memperlancar kawasan Joglo yang selalu menjadi titik macet di Solo. Ditambah dengan beroperasinya kereta bandara, maka titik tersebut diprediksi bakal menjadi semakin macet.[detik.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan