Nadiem Jamin Siswa Berprestasi dari Ekonomi Lemah Bisa Kuliah di Kampus Ternama

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim telah meluncurkan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah Merdeka, Jumat (26/3/2021). Program ini merupakan penyempurnaan dari KIP Kuliah sebelumnya.

Dalam kesempatan itu, Nadiem berpesan ke para siswa penerima KIP Kuliah agar menyebarkan kabar baik itu ke adik kelasnya. Menurut Nadiem, lewat KIP Kuliah Merdeka anak-anak dari keluarga kurang mampu yang memiliki potensi secara akademis tak perlu ragu untuk bisa berkuliah. Pasalnya biaya pendidikan selama kuliah serta biaya hidup akan ditanggung lewat KIP Kuliah Merdeka.

"Jadi tolong adik-adik menjadi duta-duta di masing-masing sekolahnya adik-adik, ke teman-teman yang lain yang dulunya merasa mampu enggak ya sekolah di kota besar, aduh mampu enggak ya masuk ke universitas misalnya di ITB, UI yang standar UKT-nya lebih mahal," kata Nadiem dalam peluncuran program tersebut.

Nadiem mengharapkan agar mereka menyebarkan kabar itu ke seluruh anak-anak supaya pendidikan tinggi bukan hanya milik orang berduit.

"Harapan saya adalah adik-adik menyebarkan berita ini pada semua, termasuk adik kelas. Jangan lupa adik kelasnya," ucap Nadiem.

Nadiem memahami selama ini masih banyak anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk memilih prodi bagus di universitas ternama. Dengan KIP Kuliah Merdeka, Nadiem mengusir keraguan anak-anak itu dan membuka kursi di pendidikan tinggi bagi mereka yang cerdas secara akademis namun tak mempunyai biaya.

"Saya dengar banyak anak-anak KIP mau masuk prodi itu enggak pernah masuk, karena prodi itu lebih mahal di atas Rp 2,4 juta. Nah sekarang udah enggak usah lagi khawatir karena universitasnya pun kita tegaskan bahwa ini akan di-cover sama KIP," katanya.

Jangan Minder

Terakhir Nadiem berpesan supaya anak-anak di daerah tak usai minder untuk berkuliah. Karena KIP Kuliah Merdeka memberikan kesempatan bagi mereka yang kurang mampu untuk mengenyam bangku pendidikan tinggi. Asalkan mereka mau berjuang dengan gigih.

"Jadinya untuk agar semua adik-adik, khususnya di daerah atau di luar kota-kota untuk semangat bahwa kalau mereka kerja keras, kalau adik-adik berprestasi, Anda bisa, tidak ada batas ekonomi untuk bisa masuk pada prodi-prodi yang terbaik bahkan yang termahal bisa masuk. Jadi tak perlu khawatir," katanya. [liputan6.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan