Ngabalin Minta Amien Rais Jangan Bikin Gaduh, Cari Isu Lain untuk Angkat Partai Ummat

Tenaga Ahli Utama KSP Ali Mochtar Ngabalin meminta agar Amien Rais tidak membuat gaduh dan mencari isu lain untuk mengangkat Partai Ummat . Dia mengomentari pernyataan Amien soal upaya dari pemerintahan saat ini agar Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) dapat dipilih sebanyak tiga kali, melalui amendemen UUD 1945.

"Jangan memprovokasi rakyat. Jangan buat gaduh, cari isu yang bisa angkat partai barunya. Masak sih setiap statement bikin gaduh," katanya, Senin (15/3/2021).

Dia mengatakan bahwa mungkin karena faktor usia sehingga Amien Rais melupakan pernyataan Presiden Jokowi tahun 2019. Saat itu Presiden Jokowi telah menegaskan tak ada keinginan untuk memperpanjang periode jabatan presiden.

"Waktu itu Presiden mengeluarkan statemen ada pihak-pihak yang sengaja mencari muka kemudian menyampaikan apakah tidak ada kemungkinan tiga periode. Sehingga Presiden menyampaikan pernyataan ini sama dengan menampar muka saya. Bang Ali ingat sekali, ingin mencari muka, ingin menjerumuskan presiden," ujarnya.

Menurutnya, sudah bukan waktunya lagi mengisi ruang publik dengan provokasi seperti itu. "Saya berprasangka baik dia lupa. Jangan membuat mengisi ruang publik dengan mencelakai orang lain. Sudah tidak pantas. Jangan memprovokasi cenderung memecah belah," pungkasnya.

Sebelumnya, Amien Rais mengungkapkan kecurigaannya terkait adanya usaha dari rezim Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mencengkeram semua lembaga tinggi negara, mulai dari MPR, DPR, DPD bahkan bisa sampai melibatkan TNI dan Polri.

"Tentu ini sangat berbahaya. Jadi sekarang sudah ada semacam publik opini yang mula-mula samar-samar sekarang semakin jelas ke arah mana rezim Jokowi ini untuk melihat masa depannya," ujarnya dikutip dari Akun YouTube Amien Rais Official, Sabtu (13/3/2021).

Amien mencurigai bahwa pemerintahan Presiden Jokowi akan mendorong adanya sidang MPR untuk melakukan perubahan terhadap dua pasal.

"Jadi mereka akan mengambil langkah pertama meminta sidang istimewa MPR ya mungkin satu dua pasal yang katanya perlu diperbaiki. Yang mana saya juga tidak tahu. Tapi kemudian nanti akan ditawarkan pasal baru yang kemudian memberikan hak bahwa presiden itu bisa dipilih tiga kali," jelasnya.

Sementara, mantan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono dengan terang mengusulkan amendemen UUD 1945 untuk mengubah masa jabatan presiden menjadi tiga periode.

"Bisa El Clasico SBY VS Jokowi di Pilpres 2024 kalau jabatan Presiden boleh tiga periode. Seru, seru, seru nih," kata Arief Poyuono, Sabtu (13/3/2021).[sindonews.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan