Pengancam Gorok Mahfud Md Minta Maaf, Harap Kasus Tak Dibawa ke Jalur Hukum

Turmudi Badrutamam (37), tersangka pembuat video ancaman akan menggorok Menkopolhukam Mahfud Md menyerahkan diri. Pria asal Sampang itu juga membuat video permintaan maaf kepada Mahfud Md.

Detikcom mendapatkan video permintaan maaf itu dari Ditreskrimsus Polda Jatim melalui Kasubdit Siber V AKBP Wildan. Dalam video berdurasi 2.18 menit itu, tampak Turmudi menyampaikan pernyataan maaf didampingi sejumlah orang sambil duduk bersila.

Tak hanya meminta maaf, Turmudi juga menyampaikan penyesalan karena telah membuat video bernada ancaman kepada Mahfud Md. Ia juga berharap masalah tidak dilanjutkan ke jalur hukum tapi diselesaikan secara kekeluargaan.

"Dengan ini saya menyampaikan maaf yang sebesar-besarnya kepada Bapak Mahfud Md dan keluarga. Saya menyesal telah melakukan tindakan tersebut dan berjanji tidak akan mengulangi tindakan serupa," kata Turmudi saat membacakan pernyataan maaf dalam video, Selasa (9/3/2021).

"Besar harapan saya Bapak Mahfud Md beserta keluarga besarnya dapat memberikan maaf kepada saya dan berkenan dapat menyelesaikan masalah ini di luar jalur hukum. Secara kekeluargaan," imbuhnya.

Meski begitu, Turmudi mengaku siap jika masalah yang dihadapi harus ditempuh ke jalur hukum. Namun, ia juga meminta agar nantinya hukuman yang dijatuhkan tidak berat.

"Dan apabila dilanjutkan proses hukum, maka saya memohon dengan kerendahan hati untuk meringankan sanksi hukum kepada saya" tutur Turmudi.

Berikut penyataan maaf lengkapnya:

Bismillahirahmanirrahim Ashaduallah illahaillah. Asyhadu an laa ilaaha illallaahu, wa asyhaduanna Muhammadar Rasuulullah

Yang terhormat Bapak Prof Dr Mohamad Mahfud Md Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan RI.

Pernyataan permintaan maaf.
Assalamualaikum wr wb.

Saya atas nama Mas Turmudi Badrutamam umur 33 tahun, Desa Karangpenang Oloh, Kecamatan Karang penang, Kabupaten Sampang

Dan keluarga besar Ponpes Miftahul Ulum Somberlogan, Karang Penang, Sampang. Terkait dengan video yang bernada mengancam Pak Prof Dr Mahfud Md beberapa waktu yang lalu.

Dengan ini saya menyampaikan maaf yang sebesar-besarnya kepada Bapak Mahfud Md dan keluarga. Saya menyesal telah melakukan tindakan tersebut dan berjanji tidak akan mengulangi tindakan serupa.

Besar harapan saya Bapak Mahfud Md beserta keluarga besarnya dapat memberikan maaf kepada saya dan berkenan dapat menyelesaikan masalah ini di luar jalur hukum. Secara kekeluargaan.

Dan apabila dilanjutkan proses hukum, maka saya memohon dengan kerendahan hati untuk meringankan sanksi hukum kepada saya.

Demikian pernyataan maaf yang telah dibuat dengan penuh kesadaran tanpa adanya paksaan dari pihak manapun.

Demikian lah dari kami dan keluarga besar kami.

Assalamualaikum wr wb.


Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan