Tak Hanya Jalan, Ternyata Ada Masjid di UEA yang Diberi Nama Jokowi

Kedekatan Uni Emirat Arab (UEA) dengan Republik Indonesia ternyata tidak hanya terlihat dari penggunaan nama Presiden Joko Widodo sebagai nama jalan di Abu Dhabi. Ternyata, nama Joko Widodo juga dipakai untuk nama masjid.

Hal itu terungkap dalam acara peletakan batu pertama (groundbreaking) Masjid Raya Sheikh Zayed di Solo, Jawa Tengah, hari ini. Menteri Energi dan Industri UEA, Suhail Mohamed Faraj Al Mazrouei mengatakan ada satu masjid di Abu Dhabi yang juga dinamai Joko Widodo.

"Kita lihat di Uni Emirat Arab itu ada jalan yang diberi nama Pak Joko Widodo dan juga ada satu masjid di Abu Dhabi yang diberi nama Joko Widodo," kata Suhail dalam sambutannya, Sabtu (6/3/2021).

Seperti diketahui, Jalan Joko Widodo di UEA sudah diresmikan pada 19 Oktober 2020 lalu. Jalan itu sebelumnya bernama Al Ma'arid Street, ruas jalan utama yang membelah ADNEC (Abu Dhabi National Exhibition Center) dengan Embassy Area, kawasan yang ditempati sejumlah Kantor Perwakilan Diplomatik.

Kemudian Pangeran Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan juga menghadiahi Jokowi dengan membangunkan sebuah masjid di kampung halamannya, Kota Solo. Oleh pemerintah Indonesia, masjid itu diberi nama Masjid Raya Sheikh Zayed Solo.

Hari ini, Sabtu (6/3), pembangunan masjid ditandai dengan groundbreaking, antara lain oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Menteri BUMN Erick Thohir, Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka serta Menteri Energi dan Industri, Suhail Mohamed Faraj Al Mazrouei.

Menteri Suhail mengapresiasi pemberian nama Sheikh Zayed. Selain nama ayah dari putra mahkota Sheikh Mohamed, Sheikh Zayed adalah pendiri UEA.

"Dinamakan dengan nama yang sangat berharga sekali, yaitu orang tua dan pendiri dari negara Uni Emirat Arab. Beliau itu adalah model atau simbol bagi kami dalam menumbuhkan toleransi kehidupan keagamaan," kata Suhail.

Masjid Raya Sheikh Zayed Solo dibangun di atas lahan 2,9 hektare di Gilingan, Banjarsari, Solo. Masjid diperkirakan akan menghabiskan dana Rp 5,7 triliun dengan pembiayaan murni dari UEA. Diperkirakan pembangunan selesai sekitar dua tahun.[detik.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan