Wapres Ma’ruf Amin Resmikan Bandara dan Pantau Vaksinasi di Barito Utara

Wakil Presiden Ma’ruf Amin meresmikan Bandar Udara Haji Muhammad Sidik di Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah. Bandara tersebut baru melayani dua rute penerbangan setiap tiga hari sekali.

Wapres tiba di Bandar Udara Tjilik Riwut, Kota Palangkaraya, Selasa (30/3/2021) pukul 08.20, beserta rombongan, seperti Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Doni Monardo, Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono, dan beberapa pejabat kantor wapres lainnya. Rombongan itu disambut Gubernur Kalteng Sugianto Sabran beserta rombongan.

Begitu tiba, Ma’ruf Amin sempat berdiskusi dengan Sugianto Sabran di ruang VVIP Bandara Tjilik Riwut. Mereka kemudian menggunakan pesawat yang lebih kecil menuju Muara Teweh.

Dalam agendanya, Wakil Presiden ke-13 RI itu tak hanya meresmikan bandara, tetapi juga memantau jalannya vaksinasi di Muara Teweh untuk warga lansia. Setelah itu, menurut rencana, Ma’ruf Amin langsung kembali ke Jakarta.

Pengamanan ketat pun terlihat di sekitar Kota Palangkaraya, Bandara Tjilik Riwut, juga ratusan personel berjaga di Muara Teweh. Setidaknya 124 personel kepolisian dikirim dari Polda Kalteng ke Muara Teweh untuk menjaga jalannya kunjungan.

Dalam sambutannya, Sugianto Sabran mengungkapkan, dengan diresmikan langsung oleh Wakil Presiden Ma’ruf Amin, ia berharap Bandara Haji Muhammad Sidik bisa menjadi bandara yang lebih sibuk dan ramai digunakan masyarakat Kalteng. ”Dengan hadirnya simpul-simpul transportasi yang baru, akan mendorong munculnya titik-titik perekonomian yang baru,” ujar Sugianto.

Sugianto menambahkan, luas Provinsi Kalimantan Tengah mencapai 1,3 kali Pulau Jawa. Dengan luas itu, kemunculan bandara baru akan menambah aksesbilitas di Kalteng.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan Kalteng Yulindra Dedy mengatakan, bandara ini sudah dibangun sekitar lima tahun lalu dan mulai beroperasi pada September 2020. Namun, rencana peresmian tertunda hingga empat kali.

”Peresmian kali ini merupakan agenda yang kelima dari jadwal yang sudah ditentukan sebelumnya,” kata Yulindra saat diwawancarai di Kantor Gubernur Kalteng, Senin (29/3/2021).

Yulindra mengungkapkan, peresmian ini sebelumnya rencananya akan dilaksanakan secara virtual, tetapi tertunda. Namun, rencana itu juga batal hingga akhirnya hari ini merupakan agenda kelima peresmian bandara.

Lokasi Bandara Haji Muhammad Sidik itu berada di Kelurahan Trinsing, Teweh Tengah, dengan luas 180 hektar. Data Dinas Perhubungan Provinsi Kalteng menunjukkan, pembangunan Bandara Haji Muhammad Sidik menghabiskan anggaran Rp 253 miliar. Dana itu bersumber dari APBN ditambah APBD Kabupaten Barito Utara tahun 2014. Bandara ini memiliki landasan pacu dengan panjang 1.400 meter.

Yulindra menjelaskan, hingga kini bandara tersebut baru melayani dua rute penerbangan saja, yakni Muara Teweh-Palangkaraya dan Muara Teweh-Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Pihaknya masih berkoordinasi dengan beberapa maskapai lain untuk membuka rute penerbangan lainnya.

”Kami bahkan sudah mengirimkan surat tawaran kepada maskapai, tetapi juga perlu melihat kondisi yang ada. Jangan sampai sesudah dibukanya oleh maskapai tetapi tidak ada penumpang,” ujarnya.

Walakin, Yulindra yakin banyak pelaku usaha pertambangan dan perkebunan yang berkembang di daerah ini, bandara pun akan semakin ramai. Apalagi, jalur darat dari Muara Teweh ke Palangkaraya memakan waktu lebih kurang delapan jam perjalanan dengan jarak mencapai 317 kilometer lebih.

”Saat ini Bandara Haji Muhammad Sidik ini sudah melayani penerbangan rute Muara Teweh-Palangkaraya dan Muara Teweh-Banjarmasin pulang-pergi dengan waktu selang-seling tiga hari sekali,” katanya.

Untuk penerbangan Muara Teweh-Palangka Raya menggunakan Susi Air dan disubsidi oleh Kementerian Perhubungan. Sementara untuk rute Muara Teweh ke Banjarmasin, Kalimantan Selatan, tidak disubsidi.

”Nanti akan berkembang. Jika sudah dilakukan penambahan jadwal penerbangan dan bisa memenuhi kebutuhan, tidak disubsidi lagi oleh pemerintah. Antusiasme masyarakat terhadap penerbangan dua rute ini lumayan tinggi,” kata Yulindra.[kompas.id]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan